Hakim Sidang Suap Bansos Corona Ancam Penjarakan Operator Ihsan Yunus, Ini Alasannya

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 02 Juni 2021 21:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 02 337 2419200 hakim-sidang-suap-bansos-corona-ancam-penjarakan-operator-ihsan-yunus-ini-alasannya-PpEWmq8pYO.jpg Sidang lanjutan kasus dugaan suap bansos Covid-19, Rabu (2/6/2021). (Foto : Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis tiba-tiba bernada tinggi saat memimpin jalannya sidang kasus dugaan suap terkait pengadaan Bantuan Sosial (Bansos) untuk penanangan Covid-19, hari ini. Hal itu disebabkan karena kesaksian Agustri Yogasmara alias Yogas yang terkesan menutup-nutupi fakta persidangan.

Hakim Muhammad Damis mencurigai Yogas melindungi seseorang dalam perkara ini. Hakim Damis menegaskan bisa langsung memenjarakan Yogas jika memberikan keterangan bohong dalam persidangan. Yogas disebut-sebut merupakan Operator Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDI-Perjuangan, Ihsan Yunus.

Awalnya, Yogas yang dihadirkan sebagai saksi dalam perkara ini menjelaskan soal pemberian sepeda mewah jenis Brompton dari Konsultan Hukum Harry Van Sidabukke. Yogas mencoba mengklarifikasi soal pemberian sepeda Brompton tersebut dari Harry Sidabukke.

"Saya izin klarifikasi, Brompton saya bilang ke Harry titip beli. (Tapi) Harry bilang 'saya beliin'. Saya bilang titip dulu nanti saya bayar," dalih Yogas saat bersaksi untuk terdakwa Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (2/6/2021).

Belum rampung menjabarkan jawabannya, Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis langsung menyela pembicaraan Yogas. Yogas diperingatkan oleh Hakim Damis agar memberikan keterangan yang jujur dan tidak berbelit-belit pada persidangan ini.

"Ini peringatan yang kedua kepada saksi agar saksi memberikan keterangan yang benar. Sekali lagi saya ingatkan ke saudara, saudara bersungguh-sungguh memberikan keterangan yang benar. Tidak usah saudara melindungi seseorang di dalam perkara ini agar saudara selamat," tegas Hakim Damis kepada Yogas.

Baca Juga : Jaksa Cecar Saksi Sidang Suap Bansos Covid-19 soal Kedekatannya dengan Ihsan Yunus

Selain itu, Hakim Damis juga mengingatkan Yogas agar mengungkap fakta yang yang sebenarnya. Sebab, ditekankan Damis, memberikan keterangan bohong dalam persidangan dapat diancam hukuman maksimal 12 tahun penjara. Bahkan, Damis mengancam akan langsung menahan Yogas jika masih berbohong.

"Kalau majelis ini berkesimpulan, saya akan meminta kepada bapak panitera supaya diselesaikan berita acara pemeriksaan saudara dan saudara boleh menurut ketentuan hukum acara saudara boleh kami tahan malam ini, hari ini untuk tidak pulang," ditekankan Damis.

"Jangan main-main. Cobalah, coba jangan main-main dengan saya," sambung Damis.

Mendengar penegasan Hakim Damis, Yogas langsung terlihat gugup. Ia berjanji akan mengungkap fakta yang sebenarnya. "Tidak yang mulia," jawab Yogas.

Setelah adanya penegasan tersebut, Hakim Damis mempersilakan tim jaksa untuk kembali mendalami keterangan Yogas. Jaksa mendalami pengakuan Yogas soal perusahaan-perusahaan yang dikendalikan oleh Ihsan Yunus.

Sekadar informasi, Agustri Yogasmara alias Yogas disebut-sebut merupakan Operator Ihsan Yunus. Yogas diduga pernah menerima uang Rp1,5 miliar dan dua sepeda Brompton dari Harry Van Sidabukke untuk Ihsan Yunus. Namun, dalam persidangan ini, Yogas berdalih bahwa Ihsan Yunus tidak terlibat dalam perkara ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini