Salah Satu Pelaku Penipuan Obligasi Dragon Dikenal sebagai Dukun

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 02 Juni 2021 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 02 337 2419068 salah-satu-pelaku-penipuan-obligasi-dragon-dikenal-sebagai-dukun-m0MAsVH7h7.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri menangkap dua orang AM dan JM, terkait kasus dugaan penipuan Obligasi Dragon fiktif.

Kasubdit III Dittipideksus Bareskrim Pori, Kombes Jamaludin mengungkapkan, salah satu pelaku AM, yang ditangkap dikenal sebagai 'orang pintar' atau dukun di lingkungan sekitarnya. Hal itu diperkuat saat polisi melakukan penangkapan dan menemukan beberapa barang seperti sesajen.

"Kayak dukun lah. Jadi waktu kami temukan itu ada kembang, dupa-dupa atau apa gitu," kata Jamaludin dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (2/6/2021).

Baca juga:  Bareskrim Tangkap 2 Pelaku Penipuan Investasi Obligasi Dragon

Jamaludin juga menyebut bahwa, tersangka AM dikenal oleh masyarakat sekitar sering membagi-bagikan uang secara cuma-cuma. Pasalnya, tersangka ini mengaku bisa menggandakan uang kepada masyarakat sekitar.

"Jadi kalau dia ke kampung, dia bagi-bagi uang. Jadi orang sekitar melihat dia orang berada dan mampu, punya kemampuan gandain uang," ujar Jamaludin.

 Baca juga: Belajar dari Kampoeng Kurma, Waspadai Investasi Bodong Berlabel Agama

Sebelumnya, dari keterangan tiga orang korban yang melaporkan kasus penipuan ini, para pelaku telah meraup keuntungan mencapai Rp36 miliar dalam melancarkan aksi penipuannya.

Dalam pengungkapan ini, Bareskrim melakukan penyitaan sejumlah barang bukti mobil yang diduga diperoleh dari kejahatan itu. Para pelaku sendiri diketahui sudah tiga tahun menjalankan kejahatannya ini.

Selain kendaraan, polisi juga menemukan berbagai macam pecahan uang, diduga mata uang termasuk Obligasi Dragon asal Cina tersebut.

Temuan uang itu, yang digunakan pelaku sebagai alat untuk menjalankan aksinya. Namun, para pelaku selalu menghindar ketika para korban ingin mencairkan uangnya.

Atas perbuatannya, tersangka disangka melanggar Pasal 372, Pasal 378 KUHP, Pasal 345 UU Nomor 8 tahun 2010 Tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan juga Pasal 36, Pasal 37 UU Nomor 7 tahun 2011 Tentang Mata Uang.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini