Bareskrim Tangkap 2 Pelaku Penipuan Investasi Obligasi Dragon

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 02 Juni 2021 16:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 02 337 2419037 bareskrim-tangkap-2-pelaku-penipuan-investasi-obligasi-dragon-68zsPNPScu.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri mengungkap kasus dugaan penipuan investasi Obligasi Dragon asal Cina. Dalam hal ini, polisi menangkap dua orang tersangka, yaitu AM dan JM.

Dir Tipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Helmy Santika mengungkapkan, kedua pelaku itu sejauh ini melancarkan aksi penipuannya di tiga wilayah berbeda, yakni Jakarta, Cirebon dan Tegal.

"Jadi mereka para pelaku menyampaikan bahwa ini obligasi Cina atau dragon atau bentuk dan gambar segala macamnya itu bergambar naga," kata Helmy dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (2/6/2021).

Baca juga:  Belajar dari Kampoeng Kurma, Waspadai Investasi Bodong Berlabel Agama

Menurut Helmy, dari keterangan tiga orang korban yang melaporkan kasus penipuan ini, para pelaku telah meraup keuntungan mencapai Rp36 miliar dalam melancarkan aksi penipuannya.

"Dari 3 orang korban ini kerugian sekitar kurang lebih Rp3 miliar. Bahkan dari informasi yang ada korban yang lain ini kemungkinan bisa mencapai sekitar 36 miliar," ujar Helmy.

Baca juga:  Puluhan Miliar Melayang, Kasus Penipuan Investasi Mulai Disidang di PN Tangerang

Dalam pengungkapan ini, Bareskrim melakukan penyitaan sejumlah barang bukti yang diduga diperoleh dari kejahatan itu. Para pelaku sendiri diketahui sudah tiga tahun menjalankan kejahatannya ini.

"Jadi ada beberapa kendaraan ini disita di Cirebon di Tegal. Di Cirebon sendiri ada beberapa tempat. Ada mobil Honda Civic, Camry, JEEP kemudian sepeda motor Kawasaki, Ninja, Honda, mobil Evercross, (hi-looks), nah ini beberapa kendaran yang bisa kami sita," ucap Helmy.

Selain kendaraan, polisi juga menemukan berbagai macam pecahan uang, diduga mata uang termasuk Obligasi Dragon asal Cina tersebut.

"Barang bukti yang ditemukan adalah, uang bon korea ini ada 9.800 lembar pecahan 5.000, kemidian 2.100 lembar pecahan 1 juta Euro. Jadi ada banyak sekali kemudian Obligasi Cina nya itu sendiri ada 100 lembar senilai atau pecahan 1 triliun. Ada 100 lembar. Kemudian pecahan 1.000 ada 200 lembar, pecahan 1 juta ada 300 lembar, 5.000 seratus lembar, dan masih pecahan 1 juta triliun ini 2.000 lembar," papar Helmy.

Temuan uang itu, kata Helmy yang digunakan pelaku sebagai alat untuk menjalankan aksinya. Namun, para pelaku selalu menghindar ketika para korban ingin mencairkan uangnya.

"Kami juga saat ini sedang melakukan pengembangan kepada jaringan pelaku lainnya apakah kedua tersangka ini ada sindikasi dengan jaringan yang lain, termasuk juga dimana barang bukti ini berupa mata uang ini dibuat atau sumbernya ini juga saat ini sedang dalam pencarian," ujar Helmy.

Atas perbuatannya, tersangka disangka melanggar Pasal 372, Pasal 378 KUHP, Pasal 345 UU Nomor 8 tahun 2010 Tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan juga Pasal 36, Pasal 37 UU Nomor 7 tahun 2011 Tentang Mata Uang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini