Menag: RAPBN 2022 untuk Pendidikan Sebesar Rp55,8 Triliun

Widya Michella, MNC Media · Rabu 02 Juni 2021 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 02 337 2418990 menag-rapbn-2022-untuk-pendidikan-sebesar-rp55-8-triliun-15KTVdApv4.jpg Menteri Agama Yaqut Cholil (foto: ist)

JAKARTA - Menteri Agama RI (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2022.

Berdasarkan pagu indikatif tahun 2022, Kementerian agama (Kemenag) mendapatkan Rp66,4 triliun yang mengalami penurunan 0,69% bila dibandingkan dengan alokasi anggaran tahun 2021 sebesar Rp66,9 triliun. Pagu indikatif 2022 Kemenag ini akan dimanfaatkan untuk membiayai program dan kegiatan dua fungsi Kemenag yakni fungsi agama dan fungsi Pendidikan.

"Untuk fungsi agama sebesar Rp10,6 triliun dan fungsi pendidikan Rp55,8 trilun, anggaran yang dimanfaatkan dalam pelaksanaan tugas, dan fungsi utama kementerian agama yaitu pembangunan nasional di bidang agama. Adapun anggaran di bidang pendidikan digunakan untuk melaksanakan tugas dan fungsi kementerian agama yang terkait dengan pendidikan agama dalam rangka peningkatan aksesbilitas kualitas pendidikan umum, pendidikan agama pada satuan pendidikan umum dan pendidikan keagamaan, serta meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan daya saing lembaga pendidikan tinggi keagamaan," kata Menag pada rapat kerja bersama Komisi Viii DPR RI, Rabu (2/6/2021).

Baca juga:  Tak Kunjung Dapat Kepastian, DPR Minta Pemerintah Tunda Haji 2021

Rencana pembangunan Kemenag sendiri akan disesuaikan dengan rencana yang telah ditetapkan oleh Presiden, sebagai prioritas nasional sebagaimana tercantum dalam rpjmn 2021-2024 yaitu SDM yang berkualitas dan berdaya saing revolusi mental serta pembangunan kebudayaan.

Untuk program dalam pagu indikatif, Kemenag 2022 yaitu, untuk dukungan manajemen (Rp35,6 triliun atau 53,55), kerukunan umat dan layanan kehidupan beragam (Rp2,8 trilun atau 4,33), pendidikan tinggi (Rp7,4 triliun atau 11,24), peningkatan kualitas pembelajaran dan pengajaran (Rp7,1 triliun atau 10,70) dan pendidikan anak usia dini dan wajib belajar 12 tahun (Rp13,4 triliun atau 20,16).

Baca juga:  DPR: Keputusan Haji 2021 Bakal Dibahas secara Tertutup

Lalu lanjut Menag, anggaran akan dipergunakan untuk membiayai tiga jenis pengeluaran, yaitu Belanja pegawai operasional Rp31,2 triliun, Belanja barang operasional Rp2,8 triliun dan Belanja non operasi Rp32,33 triliun.

"Kami berharap perhatian dan dukungan dari pimpinan, tentu saja dari Komisi VIII DPR RI yang terhormat dalam rangka peningkatan kualitas bimbingan dan pelayanan kepada umat beragama, kualitas pendidikan agama dan keagamaan serta upaya mewujudkan tata kelola yang baik di lingkungan Kemenag," harap Menag Yaqut.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini