Jika Soeharto Raja Orde Baru, Maka Ali Moertopo adalah Patihnya

Widi Agustian, Okezone · Kamis 03 Juni 2021 06:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 02 337 2418876 jika-soeharto-raja-orde-baru-maka-ali-moertopo-adalah-patihnya-sxNl36pSaV.jpg Ali Murtopo (Foto: Wikipedia)

JAKARTA - Orde Baru berkuasa selama 32 tahun di Indonesia dan mengubah banyak sendi kehidupan di negeri ini. Ali Moertopo merupakan sosok yang memiliki andil besar dalam proses perubahan tersebut.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa kalau raja Orde Baru adalah Soeharto, maka Ali Moertopo adalah patihnya. Letnan Jenderal (Purn) kelahiran Blora, Jawa Tengah, tanggal 23 September 1924 ini dikenal sebagai aktivis, ahli strategi, dan politisi terkemuka. Demikian dilansir dari buku 100 Tokoh yang Mengubah Indonesia, Penerbit Narasi.

Ali Moertopo memiliki kompetensi di bidang intelijen, dan berperan signifikan dalam memodernisasi badan intelijen negara pasca 1965. Ali Moertopo bersama Soedjono Hoemardhani, asisten pribadi Soeharto, mempunyai peran besar mengukuhkan akar kekuasaan Orde Baru, sehingga bisa bertahan selama 32 tahun.

Lembaga think tank Orde Baru, CSIS (Center of Strategic and International Studies) yang dibentuk pada tahun 1971 adalah hasil karya mereka. Lembaga ini memiliki kredibilitas di kalangan akademisi, dan hasil risetnya diakui dalam lingkup internasional. Hasil riset CSIS banyak menjadi acuan ketika para akademisi ingin menganalisis arah kebijakan rezim Orde Baru.

Baca juga: Kisah 3 Jenderal Bintang Lima Indonesia: Nasution, Soedirman dan Soeharto

Ali Moertopo adalah think thank di balik pemerintahan Orde Baru. Orde Baru terkenal dengan program pembangunan lima tahunnya (Pelita), dan juga terkenal dengan pembungkaman aspirasi politik. Semua itu adalah gagasan Ali Moertopo, seorang tentara berbasis intelijen yang juga seorang pemikir dan analis.

Gagasannya yang tertuang dalam bukunya yang bertajuk Dasar-dasar Pemikiran tentang Akselerasi Modernisasi Pembangunan 25 Tahun (1972) diterima MPR sebagai strategi pembangunan nasional jangka panjang.

Hingga dekade 90-an, Soeharto masih konsisten dengan strategi pentahapan pembangunan, dan secara resmi pernah menyatakan telah melampaui pembangunan jangka panjang tahap I (PJP I).

Baca juga: Cerita Sawito, PNS Departemen Pertanian yang Ditangkap Era Soeharto dengan Tuduhan Makar

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini