Muhammadiyah: Pancasila sebagai Dasar Negara Jangan Dipolitisasi!

Antara, · Selasa 01 Juni 2021 18:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 01 337 2418576 muhammadiyah-pancasila-sebagai-dasar-negara-jangan-dipolitisasi-67iPHILgxl.jpg Foto: Antara

JAKARTA - Pimpinan Pusat Muhammadiyah meminta agar Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara jangan dipolitisasi untuk kepentingan apapun.

(Baca juga: Kapolri Tunjuk Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Iqbal Jadi Kabid Humas Polda Jateng)

"Jauhi politisasi Pancasila untuk kepentingan apapun," kata ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Selasa (1/6/2021).

(Baca juga: Viral Fortuner Dirusak Massa di Pintu Tol Ciledug Ditangani Polisi)

Belajar dari sejarah, ujar Haedar, setiap reduksi, penyimpangan, dan politisasi Pancasila akan menimbulkan ketidakpercayaan pada Pancasila itu sendiri.

Selain itu, ia berharap kebijakan-kebijakan negara yang berkaitan dengan Pancasila semuanya memerlukan ketulusan, kejujuran, jiwa negarawan, wawasan yang luas dan semangat kebersamaan dalam mewujudkan Pancasila sebagai ideologi negara.

"Jangan membawa Pancasila menjadi sesuatu yang sempit dan jangan juga membawa Pancasila melebihi dirinya. Itulah Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Tempatkan Pancasila secara proporsional sebagai dasar dan ideologi negara," kata Haedar.

Ia meminta peringatan hari lahir Pancasila bukan sekadar menjadi ritual dan seremonial dan hanya menjadi jargon dan retorika.

Haedar mengajak seluruh warga bangsa untuk mewujudkan Pancasila dalam kehidupan bernegara, melalui seluruh institusi kenegaraan agar betul-betul menjadikan setiap sila Pancasila sebagai dasar nilai, dasar pijakan mengambil keputusan, dan orientasi dalam kebijakan tersebut agar tetap berada di koridor Pancasila.

"Pertentangan sering terjadi karena kebijakan-kebijakan negara itu tidak sejalan dengan jiwa, alam pikiran, dan moralitas Pancasila," kata Haedar.

Berikutnya lanjut dia, Pancasila harus menjadi pedoman hidup berbangsa bagi seluruh komponen dan warga bangsa, termasuk para elit bangsa.

"Pancasila tidak cukup hanya dihapal, menjadi doktrin, dan pemikiran, Pancasila harus kita praktikkan dan kita warga bangsa, elit bangsa di manapun berada dan dalam posisi apapun harus menjadi contoh teladan di dalam mempraktikkan Pancasila," ujar dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini