Kisah Bung Karno Kena Kawat Berduri saat Peristiwa Granat Cikini

Doddy Handoko , Okezone · Selasa 01 Juni 2021 07:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 01 337 2418303 kisah-bung-karno-kena-kawat-berduri-saat-peristiwa-granat-cikini-GJbfUBY7rk.jpg Soekarno (foto; ist)

JAKARTA - Guntur Soekarno Putra, menulis tentang kisah-kisah ringan dan humanis dari Bung Karno yang dituangkan di buku, “Bung Karno : Bapakku, Kawanku, Guruku ".

Dalam tuturan Guntur, ada peristiwa besar yang dituturkan begitu hangat dan penuh rasa kemanusian. Tahun 1957 ada peristiwa besar yang disebut Peristiwa Cikini 1957.

Baca juga;  Tokoh-Tokoh Pemberi Sumbangsih Lahirnya Pancasila

Saat itu, Soekarno yang Presiden RI, nyaris terenggut maut akibat ledakan granat. Berikut tuturannya.

Yayasan Perguruan Cikini tempat di mana aku bersekolah mengadakan perayaan hari ulang tahunnya (lupa yang ke berapa) ... orangtua murid diundang untuk menghadirinya, termasuk Bapakku ...

Pak, Bapak jadi datang ke bazaar di sekolahku nggak?

+ Yo ... Insya Allah. Apa acaranya di sana ... Kau punya lukisan dipamerkan ndak?

Baca juga:  Menggali Peran Soekarno di Balik Lahirnya Pancasila

Waktu pergi ke bazaar, Bapak mengendarai mobil kepresidenan Chrsler Crown Imperial; Indonesia 1; hadiah dari Raja Saudi Arabia: lbnu Saud, dengan iringan konvoi kepresidenan yang terdiri dari sepeda motor polisi lalu lintas; jeep pengawal dari Corps Polisi Militer, jeep pengawal dari Detasemen Kawal Pribadi Presiden dan mobil-mobil rombongan lainnya.

Bapak langsung melihat-lihat stand di bazaar ...

Aku yang kurang tertarik pada urusan pamer memamer ... langsung ngacir mencari stand-stand yang berisi permainan ketangkasan ...

Kak Ngatijo yaitu kakak pengawal yang bertugas mengawalku saat itu, benar-benar kewalahan dalam mendampingiku ...

Dari atas aku melihat rombongan Bapak yang sedang bersiap-siap untuk pulang, ketika aku sedang menghirup sebotol limun kudengar derum suara motor dari pengawal... Tak lama kemudian tiba-tiba kudengar ledakan yang cukup dahsyat ... Bledeeeerrrr!

Sekilas aku berfikir, akh ini tentunya suara knalpot motor dari kakak-kakak polisi ... maklum waktu itu motor-motor yang digunakan adalah Harley Davidson model ”tuek”!

Tetapi beberapa detik kemudian... Bledeeerr!... Bledeeerr Terdengar 3-4 kali ledakan lagi.

Kemudian suasana benar-benar jadi panik dan semrawut sungsang-sumbel... setelah aku dapat menguasai lagi rasa takutku dan emosi... cepat-cepat aku melompat masuk di antara sela-sela tumpukan peti botol limun di kolong meja...

Kak... saya di sini!

+ Aduuuh! Kakak cari kemana-mana jebulnya di sini. Ayo Mas, cepat pulang! Cepat pulang.

Bapak di mana Kak?

+ Belum tahu juga Mas! Tugas Kakak menyelamatkan Mas dulu ke rumah.

Aku ”diseret” secepat kilat ... ke mobilku B-5353.

+ Ya Allah ...Hayo buruan masuk mobil, kita berangkat dah!

Eh Pak Ro’i nggak apa-apa?

+ Alhamdulilah Mas! Gatotkoco mah nggak mempan pelor... Mas lebih baik tiduran saja di belakang... tiarap saja dah; nggak usah lihat jalanan. Biar pak Ro’i geber ini mobil, biar larinya kayak setaaann!

Sesampainya di Istana... begitu turun dari mobil, aku cepat ngibrit ke kamar Bapak... ternyata Bapak tidak ada di situ... jangan-jangan Bapak tewas kena granat dan aku sekarang jadi anak yatim...

Tiba-tiba dari kejauhan seseorang berteriak ”Saiinnn ... Saiinnn ... kadieu (ke mari)

Lho itu kan suara Bapak!

Secepat kilat aku kabur ke kamar Bapak, di tengah jalan bertubrukan dengan Pak Saiin ... bummm! Pak Saiin yang sudah reyot itu (umurnya 70 tahunan) terkapar di lantai ...

Bapak nggak apa-apa?

+ Alhamdulillah. Tuhan masih melindungi Bapak... Syukur, Adis gimana? Apa Bapak kena?

+ Ini apa (sambil menunjuk lukanya di lengan)... Tapi bukan kena granatt Kena kuwat duri Ho ho ho... Waktu mbrobos pager rumah di depan sekolahmu, aku kecantol kawat durinya. Bapak disembunyikan oleh Kak Dijo dan Oding...

Mereka melindungi Bapak dengan badannya... Oding ternyata kena granat di pahanya...

Bapak kembali ke Istana dengan naik mobil lain, karena ternyata Chrysler yang dari Pak Ibnu Saud kena granat dan mogok.

Bapak takut nggak?

+ Bapak pasrah terserah kehendak Tuhan... kasihan mereka-mereka yang tak berdosa ikut jadi korban... sudahlah, hayo Tok, Bapak musti siap-siap untuk... pers conference... Kapan- kapan kau tengok Kak Ngatijono, sampaikan terima kasih dari Bapak.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini