Vaksinasi Jamaah Haji, Kemenag-Kemenkes Siapkan Vaksin Johnson and Johnson

Widya Michella, MNC Media · Selasa 01 Juni 2021 07:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 01 337 2418302 vaksinasi-jamaah-haji-kemenag-kemenkes-siapkan-vaksin-johnson-and-johnson-Apoc39nVP2.jpg Menag Yaqut Cholil Qaumas. (Foto: Kemenag)

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas bersama Kemenkes akan mengusahakan mendapat salah satu dari empat vaksin yang disyaratkan oleh Kerajaan Arab Saudi, yakni Johnson and Johnson untuk ibadah haji 2021 jika memang direalisasikan. 

Hal ini dilakukanb sebagai respons atas ketentuan vaksinasi calon jamaah haji yang ditetapkan Arab Saudi. Johnson and Johnson dipilih lantaran penyuntikan hanya membutuhkan satu dosis tidak seperti tiga vaksin lainnya seperti AstraZeneca, Moderna Pfizer yang penyuntikannya membutuhkan dua dosis pada waktu tertentu.

"Johnson and Johnson diusahakan, karena tiga vaksin yang lain (AstraZeneca, Moderna dan Pfizer ) agak sulit secara teknis dan hanya sekali shoot. Kita bersama Kemenkes sudah mendapat komitmen agar mendapatkan vaksin untuk jemaah haji,"kata Menag saat rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Senin (31/05/2021).


Baca juga: Menag Yaqut Belum Dapat Kepastian dari Arab Saudi Tentang Ibadah Haji


Baca juga: Indonesia Tak Dapat Kuota Haji 2021 karena Vaksin

Menag menuturkan, pemerintah Kerajaan Arab Saudi hingga saat ini belum memberikan kepastian pelaksanaan ibadah haji 1442H. Apakah nantinya akan dilaksanakan untuk jamaah di dalam negeri atau mengundang jamaah haji diluar negeri.

"Pelaksanaan ibadah haji pada tanggal 14 Juli 2021, tinggal tersisa 1,5 bulan," kata dia.

Berbagai persiapan dalam negeri, kata Menag, memang sudah disiapkan beberapa waktu lalu. Namun belum bisa sepenuhnya difinalisasi, misalnya kontrak penerbangan, penyiapan dokumen perjalanan, penyiapan petugas pelaksanaan bimbingan manasik.

"Semuanya baru bisa diselesaikan apabila besar kuota haji secara resmi diterima dari pemerintah Arab Saudi," jelas dia.

Berdasarkan skenario keberangkatan jamah haji indonesia untuk kuota haji reguler apabila tenggat waktu maksimal pemberian kuota pada 28 Mei 2021, yakni sebanyak 1,8% atau 3.660 dengan 12 kloter untuk pemberangkatan pada tanggal 13 Juli 2021.

Skema kuota 1,8% dari kuota normal 221.000 mengacu pada informasi mengenai kemungkinan besar and kota haji untuk jemaah dari luar saudi sebanyak 45 ribu dari jumlah normal yaitu 2,6 juta yang berasal dari arab saudi dan luar arab saudi.

Untuk perkembangan covid -19 di negara pengirim haji dan negara tetangga, Indonesia masih tinggi kasus covid-19 yakni per 27 Mei 2021, sebanyak 6,278 kasus/harinya.

Untuk negara pengirim haji terbanyak seperti Malaysia sebanyak 7,857 kasus, Iran sebanyak 9,994 kasus, dan Turki 8,426 kasus.

Menurutnya penangganan covid menjadi isu paling penting, karena penanganan covid Indonesia sebenarnya termasuk relatif bagus.

"Karena kalau di dasar urutan USA merupakan peringkat pertama penanganan covid terburuk di dunia, Prancis ke delapan, Italia sembilan terburuk, Jerman 17 terburuk dan Indonesia mending, 19 rankingnya. Jadi masih ada rangking di atas buruk-buruk itu," ungkap Menag.  

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini