Mengintip Teknik Infiltrasi Berbahaya Kopaska Melalui Peluncur Torpedo Kapal Selam

Fahmi Firdaus , Okezone · Selasa 01 Juni 2021 07:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 01 337 2418272 mengintip-teknik-infiltrasi-berbahaya-kopaska-melalui-peluncur-torpedo-kapal-selam-R1JzI4obWI.jpg Foto: Koarmada2 TNI AL/ist

JAKARTA – Tenggelamnya KRI Nanggala 402 pada 22 April 2021, masih menyisakan duka mendalam bagi bangsa ini. Hingga saat ini jasad 53 awak kapal selam KRI Nanggala 402 yang gugur belum bisa ditemukan dan dievakuasi.

(Baca juga: Mayor Iwan, Pasukan Khusus Penemu Black Box Sriwijaya Air Mampu Menyelam di Kedalaman Ekstrim)

Disisi lain, Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL sering menggunakan kapal selam sebagai wahana infiltrasi. Pasalnya, kapal selam mempunyai kemampuan senyap, sehingga bisa membawa pasulan elite TNI AL tersebut ke belakang garis pertahanan lawan.

(Baca juga: Kisah Prajurit Elite TNI AL Keturunan Tionghoa Bikin Takjub Tentara Inggris saat Konfrontasi Malaysia)

Salah satu teknik yang digunakan untuk misi rahasia itu adalah meluncurkan prajurit Kopaska melalui peluncur torpedo (petor) kapal selam.

Dilansir dari koarmada2.tnial.mil.id, beberapa waktu lalu dilakukan drill peluncuran prajurit Kopaska dari petor salah satu kapal selam yang sandar di Dermaga Ujung, Surabaya, Jawa Tmur.

Latihan ini bertujuan mengasah ketrampilan dan kesiapsiagaan para prajurit Kopaska dan Kapal selam dalam melaksanakan prosedur serta pengoperasian peralatan untuk mendukung peluncuran pasukan ke garis pertahanan musuh.

”Para prajurit Satkopaska Koarmada II dilibatkan dalam drill peran ini, untuk mempersiapkan diri dalam melaksanakan manuver lapangan (Manlap) sebagai bagian dari latopsdukpassusgab, ” ujar Dansatpaska Koarmada II Kolonel Laut (T) Ariyadi.

Teknik infiltrasi ini bukan sesuatu yang mudah. Karena menggunakan petor yang mempunyai diameter tabung yang sangat sempit. Seperti kapal selam Tipe 209 yang dimiliki TNI AL, memiliki bentang lebar tabung sekitar 533 mm. Padahal seorang prajurit pasukan katak, saat masuk ke petor membawa banyak perlengkapan, seperti senjata laras panjang hingga alat selam model close circuit.

Teknik ini juga diadaptasi oleh Pasukan Katak Jerman (Kampfschwimmer). Saat melakukan infiltrasi, Kampfschwimmer memasukan dua prajurit ke dalam satu tabung petor.

Ketika proses keluarnya prajurit, maka kapal selam berhenti. Begitu para penyelam berada di dalam tabung, perlahan-lahan tabung akan dibanjiri air, dan penyelam kemudian mulai merangkak keluar dari tabung. Proses ini setidaknya membutuhkan waktu sekitar 2 menit.

Kendati demikian, bukan berarti cara keluarnya prajurit dengan ditembakkan seperti halnya meluncurkan sebuah torpedo. Karena jika itu dilakukan, dapat membahayakan nyawa sang prajurit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini