Terkapar Ditembak, Ini Rekam Jejak Mengerikan Dadang Buaya Penyerang Markas TNI

Tim Okezone, Okezone · Selasa 01 Juni 2021 08:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 01 337 2418269 terkapar-ditembak-ini-rekam-jejak-mengerikan-dadang-buaya-penyerang-markas-tni-LDXmF0iVih.jpg Foto: MNC Media

GARUT – Polres Garut telah menetapkan Dadang Buaya sebagai tersangka karena membawa senjata tajam serta mengancam petugas TNI-Polri dengan mendatangi Markas Koramil Pameungpeuk, ditetapkan sebagai tersangka. Selain Dadang, Polisi juga menetapkan anak buahnya yang bernama Hendri.

(Baca juga: Lebih Sadis dari John Kei, Dadang Buaya Satu-satunya Preman yang Berani Serang Markas TNI)

Dalam video yang viral, Dadang yang gahar saat mendatangi markas tentara tampak tak berdaya saat dipamerkan di Mapolres Garut. Pasalnya, polisi terpaksa mengambil tindakan tegas dengan memberikan timah panas ke kakinya.

(Baca juga: Catat! PPKM Mikro Diberlakukan Seluruh Provinsi Mulai Besok, Sekolah Boleh Tatap Muka)

Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu buah egrek, dua buah golok sepanjang 69 sentimeter, satu buah samurai berukuran panjang 70 sentimeter serta minuman keras.

Kapolres Garut, AKBP Adi Benny Cahyono mengatakan pihaknya telah menetapkan dua tersangka dan mengamankan barang bukti senjata tajam yang dibawa pelaku saat tiba di depan Markas Koramil.

“Keduanya diancam Undang-Undang Darurat dan terancam hukuman sepuluh tahun penjara,” ujar Benny.

Selain melakukan penyerangan, informasi yang diterima, Dadang juga kerap memalak nelayan yang baru pulang melaut. Dia dikenal juga sebagai preman yang sering berbuat onar. Banyak masyarakat yang bersyukur atas ditetapkannya Dadang sebagai tersangka.

Peristiwa ini berawal dari adu mulut antara Dadang Buaya dengan JK (54) seorang nelayan yang baru pulang melaut. Adu mulut terjadi saat keduanya berpapasan di jalan, Sabtu 29 Mei 2021.

"Pelaku salah jalur karena orangnya mabuk, ribut dengan pengendara lain (nelayan)," ujar Benny.

Saat itu, Dadang Buaya hampir menabrak Jaka dengan motor. Jaka yang kaget langsung menegur Dadang Buaya. Namun Dadang Buaya langsung turun dari motornya dan menodongkan pisau ke leher dan menamparnya.

Tak sampai di situ, Dadang lantas membawa Jaka ke arah Curugan, tepatnya di depan Balinda Hotel dan kembali terjadi cekcok mulut antara Dadang dan Jaka.

Jaka kemudian meminta bantuan Lettu TNI Saprudin (45) tahun yang merupakan anggota Kesatuan Cilodong, Bogor yang tengah cuti di Pameungpeuk untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Kemudian, terjadi ribut adu mulut lagi antara Dadang Buaya dengan saudara Saprudin yang berakhir dengan perkelahian," ujarnya.

Masyarakat yang geram dengan aksi Dadang Buaya lantas melaporkan peristiwa perkelahian tersebut kepada Babinmas Desa Mancagahar, Bripka Bedi. Tiba di lokasi kejadian, Bripka Bedi langsung berusaha melerai perkelahian tersebut.

Namun, Dadang Buaya balik menyerang Bripka Bedi dengan cara memukul dan membantingkan Bripka Bedi. Bahkan, Dadang sempat merampas golok milik petani yang lewat dan dibacokan kepada Bripka Bedi, tetapi berhasil digagalkan.

Pada saat Bripka Bedi sedang berusaha menghindari Dadang, saudara Saprudin sendiri sedang adu mulut dengan teman Dadang, Teri alias Abang," paparnya seraya mengatakan bahwa keributan tersebut akhirnya berhasil diredakan dan dibubarkan anggota Polsek Pameungpeuk pukul 09.00 WIB.

Setelah itu,  Dadang Buaya dan rombongan sebanyak sekitar 15 orang datang ke Markas Koramil Pameungpuk mencari Lettu TNI Saprudin. Beruntung, sejumlah anggota Koramil Pameungpeuk berhasil menghalau mereka dan mengamankan beberapa bilah senjata tajam berupa golok, samurai, dan igrek yang dibawa Dadang Cs.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini