Share

Mengerikan! Ini Bahaya Data Pribadi Bocor, Digunakan untuk Akses Pinjol hingga Tujuan Politik

Tim Okezone, Okezone · Senin 31 Mei 2021 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 31 337 2418176 mengerikan-ini-bahaya-data-pribadi-bocor-digunakan-untuk-akses-pinjol-hingga-tujuan-politik-Wsd1o2OIzT.jpeg Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kasus kebocoran data semakin hari semakin marak terjadi. Fenomena tersebut menimbulkan berbagai macam kekhawatiran pengguna akan terjadinya penyalahgunaan data.

Terbaru yang menyita perhatian, sebanyak 279 juta data pribadi penduduk Indonesia yang bocor terindikasi kuat dengan data yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Kasus ini terus didalami untuk memastikan kebenarannya.

Sementara itu, Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi BPJS Ketenagakerjaan Pramudya Iriawan Buntoro mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan untuk memastikan apakah data 279 juta itu berkaitan dengan data yang dimiliki. Namun, tim BPJamsostek yang ditugaskan tidak menemukan indikasi adanya kebocoran data.

Baca juga: Menkes Budi Minta Maaf karena Data Internal Kemenkes Bocor

Dengan begitu, manajemen menjamin data peserta yang ada saat ini aman dan tidak ada kaitannya dengan data 279 juta yang ditawarkan di forum online, Raid Forums.

Di sisi keamanan, BPJS Ketenagakerjaan terus meningkatkan pengawasan atau kontrol terhadap kerahasiaan data peserta. Pramudya mengutarakan, keamanan dan kerahasiaan data pekerja yang dikelola menjadi salah satu concern yang penting bagi BPJS Ketenagakerjaan.

Menyimak berbagai kasus yang pernah terjadi, berikut kemungkinan pemanfaatan data yang bocor oleh pelaku.

1. Membongkar Password

Masih banyak pengguna internet yang menggunakan tanggal lahir sebagai password atau kata kunci untuk mengakses akun email dan media sosial. Dengan mengetahui tanggal lahir korban, peretas bisa saja membuka dan membajak akun korban.

Oleh karenanya, pengguna Internet disarankan untuk tidak menggunakan tanggal lahir sebagai password dan rutin menggantinya.

Selain itu, netizen juga disarankan mengaktifkan sistem pengamanan two factor authentication (TFA) dengan menggunakan one time password (OTP) melalui SMS hingga USSD.

2. Mengakses Pinjaman Online

Data pribadi kita juga bisa disalahkgunakan oleh peretas untuk mengajukan pinjaman online (pinjol). Biasanya korban baru tersadar setelah muncul tagihan di akhir bulan.

Parahnya lagi, data tersebut juga bisa disebar ke sejumlah orang dan situs dengan status sebagai orang yang terlibat utang. 

Baca juga: Terkait Kebocoran Data 279 Juta WNI, Kominfo Akan Blokir Raid Forums dan Akun Kotz

3. Target Politik atau Iklan

Data-data personal yang diambil bisa dipakai untuk rekayasa sosial hingga profiling (membuat profil pengguna). Misalnya demografi penduduk berdasarkan umur, lokasi, hobi, hingga jenis kelamin.

Kegiatan ini bisa digunakan sebagai cara untuk melakukan sosialisasi politik maupun target iklan di media sosial.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

4. Bobol Layanan Keuangan

Data nomor telefon dan sebagainya bisa digunakan untuk membobol akun layanan perbankan. Dengan memiliki segala macam detail pengguna, pembobol bisa menggunakan metode 'sim swap fraud' untuk membobol mobile banking.

Pelaku mengaku sim card korban sebagai miliknya dan meminta operator membuatkan sim card dengan nomor yang sama.

5. Database Telemarketing

Data nomor telefon juga bisa diperjualbelikan untuk kepentingan telemarketing. Maka tak heran jika seringkali kita mendapat panggilan telepon dan ditawarkan sebuah jasa atau produk, sementara kita sendiri tak pernah berhubungan dengan perusahaan tersebut. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini