Kisah Ajaib Prajurit Kopassus Selamat dari Ledakan Granat di Palagan Timor

Fahmi Firdaus , Okezone · Selasa 01 Juni 2021 08:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 31 337 2418150 kisah-ajaib-prajurit-kopassus-selamat-dari-ledakan-granat-di-palagan-timor-QjJPIM5Iqw.jpg Tangkapan layar media sosial

OPERASI Seroja di Timor Timur masih teringang di benak Mayor (Purn) Hermintoyo. Mantan anggota Nanggala V Kopassandha (Kopassus), ini masih teringat tentang detik-detik ia memasuki palagan Timor.

(Baca juga: Hikayat Pasukan Komando Baret Merah yang Dibentuk Eks Sopir Ratu Wilhelmina)

Pada saat Operasi Seroja, pria yang disapa Hermin ini bertugas sebagai operator radio Peleton 2 Kompi B Nanggala V Kopassandha berpangkat kopral satu (koptu). Bersama pasukan baret merah yang lain, dia diterjunkan dari pesawat C-130 Hercules TNI AU untuk merebut Dili.

“Persiapan terjun di Dili tanggal 6 (Desember 1975). Kita persiapan pagi-pagi selesai apel, payung yang kita taruh di gudang, radio juga saya persiapkan, tapi saya menyendiri. Yang lain-lain menyiapkan di dalam barak, saya di luar barak," ujar Hermin dilansir channel Beny Adrian.

(Baca juga: Serda Ucok Dikabarkan Masuk ke Satuan Telik Sandi, Apa Tanggapan TNI AD?)

"Ya, untuk menenangkan diri. Karena apa, kawan-kawan yang melaksanakan tugas seperti Tim Umi, Tim Susi. banyak yang gugur di sana. Saya sudah persiapan, bahwa saya sudah siap mati," sambungnya.

Saat itu, seluruh prajurit yang akan diberangkatkan ke Bumi Lorosae melakukan pembacaan. Namun alangkah terkejutnya Hermin, ternyata sang istri sudah ada di belakangnya.

"Kita dibagi doa oleh rohis kita yaitu Kapten Nu'man Mursidi. Kita baca, ternyata istri saya sudah di belakang saya. Saya dikirimi nasi bungkus, saya makan dia ngeliatin. Kurang lebih setengah 12 siang kita sudah naik truk untuk berangkat ke Halim," ungkapnya.

Sesampainya di Timor-Timur dengan cara terjun payung dari pesawat. Alangkah terkejutnya parasit yang digunakannya telah bolong ditembaki peluru Tropaz. Tropaz adalah pasukan Timor Timur didikan Portugis yang kenyang dengan pengalaman tempur gerilya.

“Ternyata begitu mendarat, saya menyangkut di tiang listrik kabel bertegangan tinggi. Payung saya bolong ditembaki Tropaz,”ungkapnya.

Setelah itu, dia melihat sebuah rumah yang disinyalir markas dari Fretilin. Dia pun mengeluarkan senjata AK-47 dan menembaki rumah tersebut.

“Mereka melihat saya dan melemparkan granat dan mengenai mata saya. Danton saya dan Tim Kesehatan memberikan obat merah dan tensoplas ke mata saya,” ujarnya.

Namun tidak lama kemudian dirinya sembuh. Setelah itu dia melakukan konsolidasi ke Dili dan berjalan ke arah Pantai. Dalam perjalanan, peluru-peluru Fretilin terus menembakinya. Sesampainya di Pantai, dia menemukan dua anggota TNI gugur.

“Saya langsung membawa keduanya dan langsung menghubungi komandan untuk segera dievakuasi, tapi saat itu Fretilin terus menebaki secara gencar dari atas bukit,”tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini