Tegaskan Arab Saudi Belum Beri Kepastian Haji 2021, Menag: Soal Kuota, Kita Tunggu Saja

Widya Michella, MNC Media · Senin 31 Mei 2021 19:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 31 337 2418146 tegaskan-arab-saudi-belum-beri-kepastian-haji-2021-menag-soal-kuota-kita-tunggu-saja-QOkflTMj1M.jpg Menag Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: Dok Kemenag)

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil menegaskan hingga kini Pemerintah Arab Saudi belum memberikan kepastian terkait pelaksanaan ibadah Haji 2021. Menag menyebut banyak negara yang tidak melakukan ibadah haji, walaupun telah mendapat kuota.

“Kuota dari mana, tidak ada satu pun di dunia ini yang memiliki misi haji, yang sekarang telah mendapat kuota. Kalau soal kuota, kita tunggu saja, karena kuota haji tergantung pada pemerintah Saudi dan belum mengumumkan itu," ucap pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu di Gedung DPRI, Senayan, Senin (31/05/2021)

Ketika ditanya mengenai soal keputusan apakah Indonesia akan memberangkatkan haji atau tidak. "Ia kita tunggu satu atau dua hari ini akan ada keputusan,” ucapnya.

Baca juga: Pimpinan DPR: Informasi Terbaru, Indonesia Tak Dapat Kuota Haji 2021

Menag pun selalu melapor ke Presiden Jokowi terkait berbagai situasi pelaksanaan ibadah haji, ekspektasi para jamaah, pemerintah Saudi dan harapan DPR RI kepada Kementerian Agama.

“Kalau skenario semua kita sudah siapkan, misalnya untuk perjalanan haji dalam masa pandemi ini harus melalui proses karantina, harus diswab berkali-kali, harus ada pembatasan, misalnya kamar maksimal hanya boleh untuk 2 orang dan sebagainya detail," ujar Menag.

Baca juga: Dubes Saudi: Tak Lama Lagi Akan Diumumkan Pelaksanaan Haji 2021

Selain itu, terkait vaksin, Menag telah menyampaikan hal tersebut ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kemenkes akan menyediakan vaksin jika nantinya  Pemerintah Saudi telah membuka kuota haji untuk seluruh dunia dengan syarat vaksin yang sudah ditentukan Saudi yaitu Pfizer, Johnson & Johnson, Moderna dan AstraZeneca. 

"Jadi itu semua teknis kita sudah siapkan sekarang tergantung dua hal: pertama, apakah kita atau jamaah haji dengan situasi pandemi ini akan tetap berangkat, memaksakan diri berangkat, ataukah Kedua, pemerintah Saudi membuka negaranya untuk jamaah dari asing," ujar Menag.

Keputusan mengenai keberangkatan haji, lanjut Menag, tidak dapat diputuskan sendiri. Namun Indonesia telah mempersiapkan segala skenario dengan matang.

"Kalau urusan luar negeri terkait dengan Pemerintah Saudi ya kita tunggu, kan begitu, kewajiban sudah kita lakukan," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini