Kelelahan Dikejar di Dalam Hutan, 3 Milisi Kongo Serahkan Diri ke Satgas TNI

Riezky Maulana, iNews · Senin 31 Mei 2021 13:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 31 337 2417928 kelelahan-dikejar-di-dalam-hutan-3-milisi-kongo-serahkan-diri-ke-satgas-tni-whqohMSLAQ.jpg 3 Milisi Kongo ditangkap Satgas TNI (foto: ist)

JAKARTA - Tiga orang yang merupakan anggota milisi Mai-Mai Apha Na Pale kembali menyerahkan diri, kepada Batalyon Gerak Cepat Satgas TNI XXXIX-C/Monusco pimpinan Mayor Inf Tommy Patria Herlambang, Jumat 28 Mei 2021. Kelompok ini menyerahkan diri berikut dengan senjatanya.

Adapun rincian senjata yang ikut diserahkan berupa empat pucuk AK-47, lima buah magasin, dua unit HT, serta 13 butir munisi kaliber 7.62 x 39 mm, bertempat di Desa Lulimba, Kongo.

 Baca juga: 20.000 Orang Kehilangan Rumah Akibat Letusan Gunung Berapi di Kongo

Mayor Inf Tommy menjelaskan, kejadian berawal dari informasi yang disampaikan Salumu (Focal Point) kepada Edmond Lyalu Community Liaison Assistants (CLA) bahwa ada tiga milisi Mai-Mai Apha na Pale pimpinan Ramka ingin menyerahkan diri kepada Monusco.

Kemudian, setelah menerima informasi tersebut Mayor Tommy berangkat menuju Desa Lulimba untuk menelusuri informasi yang tersiar. Adapun jarak yang harus ditempuh adalah 60 kilometer Barat Laut Bendera.

Baca juga:  Prajurit TNI di Kongo Berhasil Jinakan Amunisi RPG di Ladang Warga

"Sesampainya di lokasi melaksanakan koordinasi dengan Ramka pimpinan Apha Na Pale kemudian menerima penyerahan diri beserta senjatanya," tutur Tommy melalui keterangan tertulis, Senin (31/5/2021).

Tommy mengatakan, para milisi menyampaikan bahwa mereka sudah lelah karena keluar masuk hutan dalam kondisi kekurangan makan. Menurutnya, mereka juga sering dikejar oleh tentara lokal akibat sering melakukan kejahatan yang merugikan masyarakat sekitar desa tersebut.

"Monusco dalam hal ini akan merehabilitasi para mantan milisi dengan memberikan kehidupan yang layak, lapangan pekerjaan, membekali mereka keterampilan untuk memperbaiki kehidupan ke depannya," ujarnya.

Seiring dengan waktu, sambungnya, Satgas BGC terus melaksanakan kegiatan Civil Military Coordination (CIMIC) dan Long Range Mission (LRM). Sehingga mampu menarik milisi yang ada disekitar wilayah tersebut untuk menyerahkan diri.

"Selanjutnya, tiga milisi dan persenjataan yang dimilikinya akan diserahkan kepada Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration Resettlement (DDRRR) untuk dilaksanakan proses sesuai ketentuan UN," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini