Share

Kisah Bung Karno dari Terseret Mobil sampai "Duren Kontra Revolusi"

Doddy Handoko , Okezone · Senin 31 Mei 2021 07:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 31 337 2417732 kisah-bung-karno-dari-terseret-mobil-sampai-duren-kontra-revolusi-Edp2qdXBJe.jpg Bung Karno saat berpidato.(Foto:Dok Okezone)

GUNTUR Sukarno Putra, menulis tentang kisah-kisah ringan dan humanis dari Bung Karno yang dituangkan di buku, “Bung Karno : Bapakku, Kawanku, Guruku ". Berikut kisahnya.

Meja makan merupakan arena paling akrab untuk keluarga besar Soekarno. Seusai makan, keluarga presiden ini biasanya melahap bebuahan segar dan manis, terutama di musim rambutan dan durian.

Untuk buah berduri ini, Guntur mengisahkan betapa bapaknya pernah mengajarkan teori memilih durian.

+ .Jadi Bapak ulangi! Satu! ... periksa tangkainya. Dua! ... lihat duri-durinya. Tiga! ... cium baunya dari sebelah pantat. Kalau ketiga-tiganya baik itu tandanya durennya jempolan! Nanti kau bisa buktikan setelah duren-durennya ini Bapak pilih terlebih dahuiu ...

-Yaaa Pak! Kok durennya bosooookk! Duiiillaaahhl Gimana sih Bapak milihnya?

+ Ndak tahulah! Sekali ini Bapak meleset pilih duren! Uh ... ini duren mungkin jenis baru ... Emangnga jenis apa Pak?

+ .Jenis duren ... kontra revolusi!

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Berikutnya, BK mempunyai kebiasaan "aneh". Beliau selalu memukul-mukul kap atas pintu mobilnya yang akan dinaiki. Bukan kenapa-kenapa.

Sebab, kepala BK pernah terbentur pinggiran atas pintu mobilnya. Mulai saat itu pula pengawal selalu diminta BK untuk mengingatkan dengan kata-kata, "Awas pintu, Pak."

Mendengar kata-kata itu, BK selalu menjawab, "Yooooo," sambil memukul kap atas pintu mobilnya terus masuk dan duduk di dalam mobil.

Insiden kecil juga pernah terjadi ketika BK menjemput tamu agung dari luar negeri di lapangan terbang Kemayoran Jakarta, dengan mobil sedan terbuka.

Waktu pintu mobil ditutup dengan keras oleh Sugandhi, jari tangan BK terjepit pintu mobil hingga luka berdarah. Tentu saja sakit sekali. Akan tetapi, untuk menjaga agar jangan sampai tamunya ikut gelisah, BK tetap tertawa dan melambaikan tangannya kepada rakyat yang ikut menjemput tamu itu.

Pernah juga Bung Karno terseret pintu mobil di serambi Istana Merdeka. Mobil baru berhenti setelah polisi pengawal BK berteriak keras, "Stop, stop!", gara-gara mobil buru-buru dimajukan sopirnya.

Sejak kejadian itu, sopir BK selalu harus turun dari mobil ketika BK akan turun dari mobil, dan baru naik ke mobil setelah BK sudah naik.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini