Kader PDIP Harus Tahu Sejarah, Megawati: Kalau Enggak, Tak Turunin Pangkatmu!

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 31 Mei 2021 03:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 31 337 2417677 kader-pdip-harus-tahu-sejarah-megawati-kalau-enggak-tak-turunin-pangkatmu-lKQW2BGSZm.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengingatkan para kadernya agar tidak melupakan sejarah. Terutama, sejarah perjalanan partai berlambang banteng itu.

Jika ditemukan ada yang tidak paham sejarah, Megawati mengancam tak segan-segan untuk menurunkan pangkat atau jabatan kadernya.

"Jangan lupa lho kalau ikut PDI-Perjuangan. Kalau enggak tahu sejarah, tak turunin pangkatmu," tegas Megawati saat meresmikan 25 kantor PDIP secara virtual, Minggu (30/5/2021).

Ia pun mengumpamakan jika ada pimpinan pusat PDI-Perjuangan yang tidak paham dengan sejarah, maka ia berjanji akan menurunkan pangkatnya menjadi pengurus DPC.

"Kalau umpamanya udah, sopo Yo, oh Rahmat, dianya enggak bisa ngomongin urusan sejarah kita, tak turunin dia pangkat, tak jadikan DPC dia, mau enggak? Pasti enggak mau. Makanya pintar-pintar lah. Lah iyalah," ucapnya.

Baca juga: Megawati ke Kader PDIP: Berkhianat, Ya Out

"Jadi kita harus inget sejarah kita supaya semangat kita selalu muncul. Kita ini kan berjuang untuk anak cucu kita loh. Loh iyalah. Ibu paling diberi umur berapa tahun lagi sih," imbuhnya.

Baca juga: Ganjar Pranowo Sempat Bertemu Megawati Sebelum "Dikucilkan" PDI Perjuangan

Di hadapan para kadernya, Megawati menceritakan pengalamannya ketika mengungsi di Yogyakarta, Jawa Tengah, pada jaman penjajahan Belanda. Saat itu, ia mengungsi bersama ibunya, Fatmawati. Sebab, ayahnya, Soekarno, sedang dibuang ke Pulau Bangka.

Presiden Indonesia ke-5 tersebut mengaku saat itu kehidupan dia dan ibunya dibiayai oleh ayah dari Sultan Hamengku Buwono X. Namun, Megawati dan ibunya menolak bantuan Belanda untuk tinggal di Istana Yogyakarta. Keluarga Bung Karno itu lebih memilih untuk mengungsi di daerah Kali Code.

"Yang biayai ibu saya itu supaya tahu nih sejarah, itu Pak Hamengkubuwono tua, yang bapaknya Pak Hamengkubuwono sekarang. Itu yang membiayai ibu saya lho. Lah orang bapak saya dibuang ke Bangka sama Pak Hatta, sama Pak Agus Salim apa," beber Mega.

"Jadi disuruh Belanda, ibu saya tinggal di Istana Jogja, ibu saya mana mau, ngamuklah dia. Suami saya dibuang, lah saya kok disuruh di Istana. Jadi, ngungsilah, dicarikan tempat di Kali Code," imbuhnya.

Ia pun mengaku sempat protes kepada ibunya karena berhari-hari tidak makan makanan kesukaannya yakni ayam. Namun, ia baru paham arti kemerdekaan sesungguhnya saat ini.

"Kebayang nggak kamu? Gitu lho, arti merdeka juga tuh opo, gitu loh. Mana ada, dulu adanya perbudakan. Jangan lupa loh kalau ikut PDI-Perjuangan. Kalau enggak tahu sejarah, tak turunin pangkatmu," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini