Share

Peneliti Temukan Peralatan dari Tulang & Batu di Gua Dekat Ibu Kota Negara

Antara, · Senin 31 Mei 2021 02:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 31 337 2417669 peneliti-temukan-peralatan-dari-tulang-batu-di-gua-dekat-ibu-kota-negara-IamzUUud4I.jpg Ilustrasi (Foto: Nationalgeographic)

KALTIM - Tim Penelitian Arkeologi Nasional (Arkenas) menemukan berbagai peninggalan di situs Gua Pangeran yang terletak tak jauh dari Ibu Kota Negara (IKN) di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

“Kami temukan berbagai peralatan dari batu, tulang, dan kerang,” kata Ketua Tim Arkenas Prof Harry Truman Simanjuntak di Balikpapan, Senin (31/5/2021).

Adapun peralatan tersebut di antaranya tulang yang dibentuk seperti spatula. Para peneliti itu menemukannya setelah melakukan eskavasi atau penggalian secara cermat sejumlah bagian di Gua Pangeran.

Salah seorang peneliti, Prof Simanjuntak menambahkan temuan ini menunjukkan kemungkinan peradaban manusia sudah ada di kawasan ujung barat laut Teluk Balikpapan tersebut.

Dari peralatan yang ditemukan dan lokasi ditemukannya, yaitu di gua karst, diperkirakan berasal dari Zaman Batu atau masa praaksara (sebelum ada huruf dan tulisan, atau kira-kira 10 ribu tahun yang lalu. Di masa itu manusia masih mengumpulkan makanan dari alam dan masih tinggal di gua-gua.

Baca juga: Pemerintah Kirim RUU Ibu Kota Negara ke DPR Setelah Reses

Ia menambahkan, temuan di Gua Pangeran sangat lengkap seperti peralatan dari batu, hingga ada yang dari tulang. Alat-alat itu tampak dibuat rapi.

Selain itu, tim juga menemukan tulang manusia, yaitu tulang lengan. Ada juga ditemukan sisa-sisa pembakaran atau semacam perapian, yang diduga untuk berdiang ataupun memasak makanan.

Baca juga: Ibu Kota Pindah ke Kaltim, Bagaimana Nasib Jakarta?

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

“Alat-alat batu yang mereka ambil, kemungkinan besar batunya didapat dari sungai, dibawa ke gua, dikerjakan dijadikan alat,” paparnya.

Sejauh ini, temuan serupa juga didapat di gua-gua di kawasan karst Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan. Juga terkenal cap-cap tangan merah di dinding gua-gua karst di Sangkulirang, Kabupaten Berau.

Atas temuan-temuan ini, Prof Simanjuntak menegaskan, pihaknya masih terus melakukan penggalian sambil mengumpulkan data-data lainnya. Ia berharap menemukan lebih banyak lagi artefak sehingga dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai perikehidupan di masa itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini