Dituduh Tilep Donasi Palestina, Ustadz Adi Hidayat: Jangan Ganggu Singa yang Sedang Berdzikir!

Fahreza Rizky, Okezone · Minggu 30 Mei 2021 20:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 30 337 2417618 dituduh-tilep-donasi-palestina-ustadz-adi-hidayat-jangan-ganggu-singa-yang-sedang-berdzikir-I40dHgOJNL.jpg Tangkapan layar media sosial

JAKARTA - Pendakwah Ustadz Adi Hidayat (UAH) berhasil menggalang dana sebesar kurang lebih Rp30 miliar untuk rakyat Palestina dalam waktu enam hari. Uang tersebut telah disalurkan. Namun di tengah proses itu ia diduga mendapat fitnah. Hal ini pun membuatnya geram.

(Baca juga: Lebih Sadis dari John Kei, Dadang Buaya Satu-satunya Preman yang Berani Serang Markas TNI)

"Jangan sekali-kali menebarkan kebencian, adu domba, fitnah, dan sebagainya, karena kami sedang melaksanakan amanat konstitusi. Jangan pernah mengganggu singa yang sedang berzikir, karena saat ia mulai mengaum Anda tidak akan pernah bisa menghentikannya," tegas dia dalam YouTube Adi Hidayat Official dikutip pada Minggu (30/5/2021).

Dia menyambut baik usulan segelintir pihak yang ingin mengaduit dana bantuan yang berhasil dikumpulkannya. Ia menegaskan dana yang telah terkumpul terbuka untuk publik. Apalagi, ini dipertanggungjawabkan kepada Allah Ta’ala di hari kiamat kelak.

(Baca juga: Debat Wawasan Kebangsaan dengan Firli, Direktur KPK: Yang Kalah Mundur!)

"Pun demikian dengan teman-teman yang mengusulkan, kemarin ada usulan diaudit, untuk diteliti, Alhamdulillah, terima kasih banyak usulan itu kita akan laksanakan. Bahkan kalau perlu Anda punya tim auditor yang ingin berkontribusi, ingin mengecek, sangat terbuka sehingga apa yang kita berikan diketahui, untuk persiapan kita melaju kepada hisab Allah di hari kiamat nanti," ulasnya.

Adi Hidayat memastikan, tidak ada satu rupiah pun yang diambil dalam penggalangan dana untuk rakyat Palestina ini. Seluruh dana yang terkumpul sudah disalurkan. Ia pun mengingatkan pihak-pihak yang sengaja ingin mencari keributan dan menebar fitnah.

"Kita ingatkan hati-hati bagi yang sengaja cari keributan, ingin memecah belah, bahkan menghadirkan unsur-unsur fitnah, awas hati-hati ya kita akan melakukan tindakan tegas dengan menempuh langkah hukum," tegasnya.

Dia berpandangan, penggalangan donasi untuk Palestina adalah bagian dari ibadah serta amanat konstitusi. Pasalnya, saat ini Palestina masih dijajah oleh zionis Israel. Karenanya, seluruh pihak khususnya rakyat Indonesia berkewajiban menolong mereka.

"Kami sedang melaksanakan amanat konstitusi, kita sedang mengamalkan ibadah tertinggi, kami ingin berusaha, berbalas budi walau sedikit atas apa yang dilakukan bangsa Palestina," tuturnya.

Lebih lanjut, UAH menjelaskan, pada 1944, seorang saudagar Palestina bernama Muhammad Ali Taher memberikan seluruh hartanya untuk bekal perjuangan Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Karena itu, di saat Tanah Air sudah merdeka dari penjajah, tidak ada salahnya membalas budi untuk Palestina yang saat ini masih dijajah oleh zionis Israel. Ia pun mengingatkan agar tidak ada fitnah dan ujaran kebencian atas niatan baik ini.

"Jangan sekali-kali menebarkan kebencian, adu domba, fitnah, dan sebagainya, karena kami sedang melaksanakan amanat konstitusi. Jangan pernah mengganggu singa yang sedang berzikir, karena saat ia mulai mengaum Anda tidak akan pernah bisa menghentikannya," ucap UAH.

Saat ini, kata UAH, pihaknya kembali membuka donasi untuk Palestina setelah sebelumnya sempat dihentikan karena sedang dilakukan audit serta publikasi secara luas. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia yang antusias memberikan rezekinya untuk kepentingan bangsa Palestina.

"Insya Allah per hari ini kami sampaikan donasi tetap terbuka atau dibuka kembali dengan rekening yang sama. Rekening ini dikhususkan untuk persoalan Palestina saja, untuk support rakyat Palestina saja," ucapnya.

Sebelumnya, UAH dan timnya berhasil menggalang donasi kurang lebih Rp30 miliar untuk rakyat Palestina. Penyaluran dana terbagi dalam tiga hal. Pertama, untuk memenuhi kebutuhan mendesak Palestina yang saat ini sedang di agresi oleh Israel.

Kedua, donasi tersebut telah diberikan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) lalu diberikan langsung untuk Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair al-Shun. Ketiga, donasi digunakan untuk mendukung pendidikan warga Palestina yang studi di Indonesia.

Namun demikian, donasi yang digalang UAH dan tim diduga mendapat ujaran bernuansa fitnah di media sosial. Materi fitnah tersebut ialah tidak semuanya donasi yang berhasil digalang UAH disalurkan untuk Palestina.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini