Kontroversial Soekarno di Balik Hari Lahir Pancasila

Tim Okezone, Okezone · Senin 31 Mei 2021 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 30 337 2417566 kontroversial-soekarno-di-balik-hari-lahir-pancasila-xBGU7qZ4In.jpg Presiden RI Soekarno (foto: ist)

JAKARTA - Presiden RI pertama, Soekarno merupakan salah seorang pengusul calon dasar negara dalam sidang BPUPKI. Ir. Soekarno pun berpidato pada 1 Juni 1945.

Pada hari itu, Ir. Soekarno menyampaikan lima butir gagasan tentang dasar negara sebagai berikut:

1. Nasionalisme atau Kebangsaan Indonesia,

2. Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan,

3. Mufakat atau Demokrasi,

4. Kesejahteraan Sosial,

5. Ketuhanan yang berkebudayaan.

Baca juga;  Kisah Bung Karno Jempol Kakinya Sakit, Lalu Pakai Sepatu Tenis Bolong Temui Dubes Asing

Berdasarkan catatan sejarah, kelima butir gagasan itu oleh Soekarno diberi nama Pancasila. Selanjutnya, Soekarno juga mengusulkan jika seandainya peserta sidang tidak menyukai angka 5, maka ia menawarkan angka 3, yaitu Trisila yang terdiri atas (1) Sosio-Nasionalisme, (2) Sosio-Demokrasi, dan (3) Ketuhanan Yang Maha Esa.

Demikian dikutip dari buku Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi, yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaa Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Baca juga:  Hari Lahir Pancasila: Peran Penting Soekarno dalam Perumusan Pancasila

Soekarno akhirnya juga menawarkan angka 1, yaitu Ekasila yang berisi asas Gotong-Royong. Sejarah mencatat bahwa pidato lisan Soekarno inilah yang di kemudian hari

diterbitkan oleh Kementerian Penerangan Republik Indonesia dalam bentuk buku yang berjudul Lahirnya Pancasila (1947).

Judul buku tersebut menimbulkan kontroversi seputar lahirnya Pancasila. Di satu pihak, ketika Soekarno masih berkuasa, terjadi semacam pengultusan terhadap Soekarno sehingga 1 Juni selalu dirayakan sebagai hari lahirnya Pancasila.

Di lain pihak, ketika pemerintahan Soekarno jatuh, muncul upaya-upaya “de-Soekarnoisasi” oleh penguasa Orde Baru sehingga dikesankan seolah-olah Soekarno tidak besar jasanya dalam penggalian dan perumusan Pancasila.

Setelah pidato Soekarno, sidang menerima usulan nama Pancasila bagi dasar filsafat negara (Philosofische grondslag) yang diusulkan oleh Soekarno, dan kemudian dibentuk panitia kecil 8 orang (Ki Bagus Hadi Kusumo, K.H. Wahid Hasyim, Muh. Yamin, Sutarjo, A.A. Maramis, Otto Iskandar Dinata, dan Moh. Hatta) yang bertugas menampung usul-usul seputar calon dasar negara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini