Kasus Covid-19 Melonjak Tajam, Satgas: Buah dari yang Pulang Mudik

Binti Mufarida, Sindonews · Minggu 30 Mei 2021 10:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 30 337 2417472 kasus-covid-19-melonjak-tajam-satgas-buah-dari-yang-pulang-mudik-OPC1xpNIT2.jpg Foto: Okezone.

JAKARTA – Kasus Covid-19 naik secara signifikan paska libur lebaran Idul Fitri tahun ini. Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kenaikan itu mencapai 32,01 persen.

Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19, Hery Trianto mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan kasus Covid-19 yang signifikan ini.

BACA JUGA: 17 Warga Griya Melati Bogor Sembuh dari Covid-19, Tersisa 74 Masih Positif

“Kalau kita lihat dalam satu pekan terakhir terjadi kenaikan yang cukup signifikan, ini terjadi memang ada eskalasi kenaikan kasus secara keseluruhan. Kemudian memang pada awal-awal lebaran itu testingnya berkurang karena sebagian petugasnya itu masih cuti ya, masih lebaran,” ungkap Hery dalam keterangannya, Minggu (30/5/2021).

“Tetapi memang secara kumulatif terjadi kenaikan dan ternyata itu terasa dengan terbentuknya klaster-klaster baru di sejumlah daerah yang mungkin ini sekarang jumlahnya sudah belasan yang sedang terus di antisipasi,” katanya.

Hery mengatakan bahwa kenaikan kasus Covid-19 mulai terasa dengan terbentuknya klaster-klaster baru di sejumlah daerah, temasuk klaster-klaster di pemukiman. Dia menjelaskan bahwa klaster-klaster pemukiman tersebut muncul karena para pemudik yang pulang dan melakukan silaturahmi.

“Jadi ini klaster pemukiman ya, dan ini adalah buah dari mereka yang pulang dari mudik kemudian tetap melakukan silaturahmi kemudian terjadi penularan kepada yang lain,” katanya.

BACA JUGA: Update Corona 29 Mei: Positif 1.809.926 Orang, Sembuh 1.659.974 dan Meninggal 50.262

“Ini tentu saja sesuatu yang tidak kita inginkan, tetapi memang masyarakat sebagian tidak atau mengabaikan larangan bepergian pada periode liburan kemarin, sehingga sekarang ini kita memanen dari apa yang kita perbuat,” papar Hery.

Hery mengatakan bahwa kenaikan Covid-19 sebesar 32,01% itu sangat tinggi. Apalagi, jika kenaikan kasus tersebut adalah akibat dari varian-varian baru Covid-19 dari Inggris, Afrika Selatan, dan juga India.

“Jadi 32% kenaikan itu sangat tinggi. Dan memang jika ini akibat dari varian-varian terbaru yang kita temukan. Dan jumlahnya terus terus meningkat baik yang dari Inggris, Afrika Selatan maupun yang dari India,” katanya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini