Cerita Sawito, PNS Departemen Pertanian yang Ditangkap Era Soeharto dengan Tuduhan Makar

Solichan Arif, Koran SI · Minggu 30 Mei 2021 09:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 30 337 2417439 cerita-sawito-pns-departemen-pertanian-yang-ditangkap-era-soeharto-dengan-tuduhan-makar-PxhUEJzGaA.JPG Sawito Kartowibowo usai sidang/pakai jas dan berdasi (foto: Repro)

Yang menghebohkan, dalam dokumen yang lantas tersebar luas itu, terdapat nama Proklamator RI Moh Hatta sebagai pembuat pernyataan. Hatta juga membubuhkan tanda tangan. Kemudian tanda tangan dan nama Prof Dr Buya Hamka selaku Ketua Majelis Islam Indonesia.

Juga Kardinal Yustinus Darmoyuwono selaku Ketua MAWI, Raden Said Tjokrodiatmodjo selaku Ketua Sekretariat Kerja Sama Kepercayaan Indonesia, TB Simatupang selaku Ketua Dewan Gereja-gereja se Indonesia, Drs Singgih dan Sawito Kartowibowo sendiri.

 Soeharto

Penandatangan berlangsung di Bogor, hari Selasa Kliwon, 7 September 1976. Dalam buku "Sawito, ratu adil, guruji, tertuduh", Sumi Narto menuliskan, Sawito tidak merasa telah berbuat jahat. Tidak ada gerakan yang menganggu ketertiban umum, tidak ada makar dengan aksi bersenjata.

Baca juga:  Detik-detik Soeharto Menuju Kursi RI1 Usai Tumbangnya Orde Lama

"Tak ada sebutir peluru pun yang meletus. Bahkan tak ada air teh yang tumpah dari cawan," tambah Sawito dengan tersenyum saat menyampaikan eksepsi di pengadilan. Sawito Kartowibowo berasal dari Blitar, lahir tahun 1932 di wilayah Sananwetan, salah satu Kecamatan di Kota Blitar.

Ia disebut masih ada ikatan darah dengan Bung Karno. Raden Hardjodikromo kakek Bung Karno dari garis ayah, yakni Raden Soekemi Sastrodihardjo, adalah saudara kandung kakek Sawito. Hardjodikromo bertempat tinggal di Kabupaten Tulungagung.

Hardjodikromo beserta istri dan pembantunya yang bernama Sarinah pernah mengasuh Bung Karno saat putra sang fajar masih berusia kanak kanak. Soal pertalian darah itu SK Trimurti, Menaker Pertama Indonesia turut angkat bicara.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini