Mengenal Suparman Nyompa, Ketua Majelis Hakim Kasus Habib Rizieq Punya Pesantren dan Madrasah Gratis

Dimas Choirul, MNC Media · Minggu 30 Mei 2021 08:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 30 337 2417427 mengenal-suparman-nyompa-ketua-majelis-hakim-kasus-habib-rizieq-punya-pesantren-dan-madrasah-gratis-3m5T80kM2u.jpg Suparman Nyompa di tengah-tengah santrinya (foto; istimewa)

GOWA – Suparman Nyompa, ketua Majelis Hakim perkara kerumunan di Petamburan dan Megamendung dengan terpidana Habib Rizieq Shihab dan lima eks pimpinan lain FPI, ternyata memiliki pondok pesantren di Sulawesi Selatan.

Pondok Pesantren Al Hadi Al Islami yang didirikan Suparman pada 2014 berlokasi di Jalan Irigasi Lawatanae Desa Sogi, Kecamatan Maniangpajo, Kabupaten Wajo.

Baca juga :  Deretan Fakta Terkait Vonis Penjara Habib Rizieq

Per bulan ini, pondok pesantren tersebut memiliki 78 santri . Mereka terdiri atas 57 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs/setingkat SMP) dan 21 siswa Madrasah Aliyah (MA/setingkat SMA).

“Semua yang ingin bersekolah di madrasah wajib mondok di pesantren,” tutur Ketua Harian Yayasan Bina Insan Mandiri Kalola, M Akhsa Wahda kepada MNC Portal Indonesia.

Baca juga; Kuasa Hukum: Tidak Seharusnya Kasus Prokes Dipidana tapi Kami Hormati Putusan Hakim

Yayasan Bina Insan Mandiri Kalola adalah pengelola pondok pesantren dan madrasah milik Suparman Nyompa.

Menurut Akhsa, semua santri gratis biaya pendidikan dan asrama. Hal ini berlaku sejak awal pondok pesantren didirikan. Seluruh biaya operasional bisa dikatakan 90% ditanggung oleh Suparman yang memiliki banyak sawah dan kolam ikan di kampung kelahirannya. Berbagai lahan milik Suparman merupakan warisan dari orang tua dan sebagian lagi hasil beli dari para pemilik lahan yang masih saudara dekatnya.

“Hasil sawah dan kolam itulah yang menopang jalannya pesantren dan madrasah ini. Di samping itu ada pula donatur tidak tetap. Para wali santri pun banyak yang ikut menyumbang bahan-bahan makanan bahkan sayuran,” terang Akhsa.

 

Lantas berapa jumlah pengurus yayasan? “Ada 10 orang,” sebut Akhsa. Semua bekerja sukarela. Sementara itu, pondok pesantren dijalankan oleh lima orang ustadz. Untuk madrasah, ada sekitar 20 tenaga pengajar baik di MA maupun MTs.

Akhsa mengungkapkan, Suparman terakhir berkunjung ke Pondok Pesantren Al Hadi Al Islami setelah Lebaran 2021 lalu. Hanya beberapa jam untuk bersilaturahmi dengan pengurus yayasan, ustaz dan guru-guru baru. Selebihnya Suparman berziarah ke makam orangtuanya dan mampir ke rumah peninggalan ayah dan ibunya.

Baca juga; Habib Rizieq Senyum Semringah Usai Divonis 8 Bulan, Langsung Ngomong Begini

Apakah ramai-ramai di Jakarta, bahwa Suparman memimpin majelis hakim Habib Rizieq berpengaruh pada suasana di pesantren?

“Tidak sama sekali. Lokasi pondok dan madrasah di kampung. Kami pun tidak pernah bicara soal profesi beliau bahkan kasus yang sedang ditangani oleh beliau,” kata Akhsa.

Sementara itu, Kepala MA Yayasan Bina Insan Mandiri Kalola, Muliadi, menuturkan bahwa Suparman berkunjung ke pondok dan madrasah dua hingga tiga kali dalam setahun.

“Beliau kan sibuk. Kami kalau laporan atau konsultasi ya bisa lewat virtual. Pak Suparman benar-benar mempercayakan pengelolaan madrasah, pesantren dan yayasan kepada para pengurus masing-masing,” jelas Muliadi.

Dia menuturkan, kampung kelahiran Suparman hanya berjarak sekitar 3 kilometer dari komplek pondok pesantren dan madrasah miliknya.

Diberitakan sebelumnya, Suparman Nyompa mengetuai majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur dalam sidang perkara kerumunan Petamburan dan Megamendung. Dalam perkara Petamburan, majelis hakim menjatuhkan vonis delapan bulan penjara terhadap Habib Rizieq. Sementara dalam perkara Megamendung, Habib Rizieq dan lima eks pimpinan FPI dipidana denda Rp20 juta subsider lima bulan penjara.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini