Humor Gus Dur: Ketika Presiden Dipanggil Gus dan Dzikir Ya Qodim

Doddy Handoko , Okezone · Minggu 30 Mei 2021 07:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 30 337 2417413 humor-gus-dur-ketika-presiden-dipanggil-gus-dan-dzikir-ya-qodim-5eKmRzSLqb.jpg Presiden ke-4 RI, Abdurahman Wahid atau Gus Dur (foto: istimewa)

JAKARTA - Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dikenal memiliki selera humor yang tinggi. Humor-humor Gus Dur cerdas, namun bisa membuat yang membaca tertawa terpingkal-pingkal. Berikut cuplikan humor atau anekdot Gus Dur yang diambil dari situs NU.online .

Gus Dur adalah pemimpin bangsa yang menggagas lahirnya Kementerian Kelautan dan Perikanan (dulu Departemen Kelautan dan Perikanan).

Baca juga:  Humor Gus Dur: Banser Tolak Perintah Presiden

Alasan Gus Dur sederhana, dua pertiga wilayah RI adalah laut. Dan dalam sejarah, bangsa Nusantara adalah bangsa maritim. Benteng utama pertahanan laut Indonesia dilakukan oleh TNI AL dengan Marinir sebagai pasukan elitnya.

Suatu ketika dalam suasana santai, Presiden Gus Dur berbincang ringan dengan ajudannya yang lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL). Karena dikenal sebagai sosok egaliter, Gus Dur tak sungkan berbincang dengan siapa pun.

Baca juga;  Humor Gus Dur, Jenderal Bintang Tiga dan Bintang Sembilan

Alasan itulah yang membuat orang-orang dekatnya juga tak segan meski Gus Dur adalah seorang Presiden.

“Gus, salah satu negara di Amerika Latin, yaitu Paraguay enggak punya laut, kok punya Angkatan Laut?” tanya Ajudan.

“Sama seperti saya, punya Ajudan, tetapi saya bukan seperti Presiden. Lah, kamu manggil saya Gus,” ujar Gus Dur sambil terkekeh dalam hati.

“Siap Pak Presiden!” sontak Ajudan langsung sadar dan memberi hormat.

“Ndak apa-apa, saya cuma ngetes seberapa besar selera humor seorang tentara,” lontar Gus Dur dengan tawanya yang khas, sedangkan Ajudan hanya bisa menahan tawa karena sudah terlanjur hormat.

Dzikir Kodim

Pada sebuah kesempatan Markas Koramil mengadakan kegiatan dzikir dan shalawat untuk keutuhan dan ketenteraman bangsa dengan mengundang Kiai Majid.

Kiai Majid pun memulai dzikir panjangnya dengan khusyu diikuti oleh jamaah yang hadir.

Saat itu, kiai Majid dan jamaah khusyu melafadzkan, “Ya Qodim, Ya Qodim, Ya Qodim”, secara berulang-ulang hampir dua puluh menit.

Tiba-tiba salah seorang Tentara dari Koramil yang duduk di bagian belakang mencolek Kiai Majid sambil berbisik.

"Dari tadi disebutnya Kodim terus, Koramilnya kapan Kiai?“ bisiknya.

Kiai Majid pun hanya tersenyum dengan sedikit memanggutkan kepalanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini