Share

Dikabarkan Tewas Tertembak Marinir 20 Tahun Silam, Pria Ini Ditemukan Telah Menikah

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 28 Mei 2021 18:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 28 337 2416937 dikabarkan-tewas-tertembak-marinir-20-tahun-silam-pria-ini-ditemukan-telah-menikah-u7LqI1gvZ9.jpg Foto:Ist

JAKARTA - Seorang gerilyawan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ditemukan keberadaannya, setelah 20 tahun menghilang tanpa jejak. Aneuk Rantoe atau yang nama sandinya adalah Wan Jawiw, berhasil menghubungi keluarganya di Aceh, lewat sebuah surat.

(Baca juga: Acungkan Jari Tengah ke Pesepeda yang Kuasai Sudirman, Warga Kebumen Ini Mendadak Viral)

Hal ini diinformasikan oleh Anggota DPRA, Iskandar Usman Al-Farlaky di Facebooknya pada Rabu (26/5/2021) lalu. Mengunggah sebuah foto dan sepucuk surat dari Wan Jawiw.

“Berawal dari Sepucuk Surat, Mantan Gerilyawan GAM Itu Kembali Terlacak, Setelah 20 Tahun Lamanya,” ujar Usman.

(Baca juga: Kronologi Lengkap Helikopter Milik Genesa Dirgantara yang Jatuh di Cibubur)

Dalam unggahannya Usman menjelaskan mengenai kronologi kejadian yang menimpa Wan Jawiw. Menceritakan bagaimana akhirnya gerilyawan itu bisa dinyatakan hilang hingga saat ini.

“Nama sandinya Wan Jawiw, ia bergabung dalam satuan TNA di Sagoe Sweden, Wilayah Peureulak (satuan wilayah GAM). Dinyatakan hilang saat aparat dari satuan marinir mengepung kamp gerilyawan GAM di kawasan Blangbalok, Peureulak, pada medio Oktober 2003 silam,” tulisnya di Facebook.

Orang-orang mengira jika pada tragedi itu, Wan Jawiw tertembak oleh pihak militer. Nyatanya Ia berhasil selamat dan kabar menggunakan sepeda, meski akhir tetap kembali tertangkap.

Wan Jawiw pun menjalani masa kelam selama menjadi tahanan. Dari Peureulak ke Langsa, dan kemudian diboyong ke Jakarta saat satuan yang menangkap Wan Jawiw ditarik dari Aceh.

“2006 menyusul damai diteken, dia kemudian dibebaskan dengan pakaian di badan apa adanya. Dengan bahasa Indonesia tidak lancar, ia kemudian menjalani hidup di Jakarta. Kemudian menikah dengan seorang perempuan yang berjualan di kantin, tempat Wan Jawiw ditahan waktu itu,” cerita Usman.

Dijera rasa rindu akan kampung halaman, Wan menitipkan sepucuk surat kepada seorang supir truk asal Idi, Aceh Timur. Diwaktu-waktu sebelum puasa itu, Wan menitipkan surat tersebut agar diantarkan kepada adiknya yang berada di Peudawa.

“Dengan adanya surat ini, saya sampaikan, saya Wan masih hidup. Saya berkeluarga, punya anak 3. Gimana keadaan nene? Adikku gimana kabarmu. Ini nomer wa xxxx. Sekian surat dari saya, Wan Jawiw,” bunyi singkat surat yang disertai foto itu.

Setelahnya mulailah terjalin komunikasi melalui nomor kontak yang tertera di surat tersebut. Teman-teman gerilyawan Wan Jawiw pun menyampaikan kabar itu kepada Usman untuk membicarkan proses kepulangannya dan keluarga kecilnya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Tepat pada Kamis (27/5/2021) pukul 22.00 WIB, Tim Al-Farlaky Quick Respon (T-AQR) telah menjemput Wan Jawiw dan keluarganya di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Bersama T-AQR, Usman mengantarkan Wan Jawiw ke kediaman neneknya di Desa Paya Dua, Kecamatan Peudawa, Aceh Timur. Menyaksikan momen mengharukan bertemunya Wan Jawiw dengan keluarganya setelah sekian lama.

(Timothy Putra Noya)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini