Humor Gus Dur, Jenderal Bintang Tiga dan Bintang Sembilan

Doddy Handoko , Okezone · Jum'at 28 Mei 2021 07:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 28 337 2416528 humor-gus-dur-jenderal-bintang-tiga-dan-bintang-sembilan-Ve8odYit6s.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dikenal memiliki selera humor yang tinggi. Humor-humor Gus Dur Cerdas namun bisa membuat yang membaca tertawa terpingkal-pingkal. Berikut cuplikan humor atau anekdot Gus Dur yang diambil dari situs NU.online dan buku Kumpulan Humor Gus Dur.

Pernah Gus Dur diundang menjadi pembicara tunggal dalam sarasehan yang diadakan oleh KNPI. Jadwalnya Jam 20.30, namun hingga Jam 20.50 dia belum muncul, panitia pun gelisah.

"Saya takut Gus Dur kesasar," kata Ketua KNPI (waktu itu) Tjahjo Kumolo.

"Saya kok punya firasat Gus Dur ketiduran," timpal Eros Djarot yang berdiri di samping Tjahjo.

"Jangan lupa Gus Dur itu di seminar pun bisa tidur,".

"Jangan-jangan Ia nyasar ke Graha Pemuda, kantornya Menpora," Tukas Tjahjo.

Tiba-tiba ada yang nyeletuk, "jangan-jangan kena cekal, nggak boleh ngomong".

Di tengah kegelisahan itu, tepat pukul 21.00 tiba-tiba Gus Dur nongol. "Maaf, saya harus menerima pengarahan dulu dari Jenderal bintang tiga," katanya.

Ia pun langsung diminta bicara. Di depan peserta sarasehan itu dia kembali cerita soal keterlambatannya yang katanya karena dipanggil Jenderal bintang tiga itu.

"Baru bintang tiga saja sudah bisa nyetop orang, bagaimana kalau bintang sembilan," ucapnya.

Bintang sembilan adalah lambangnya NU, yang selalu terpampang di papan nama kantor NU di semua tingkat.

Karena itu, Gus Dur juga sering bangga bahwa warga NU lebih nyaman kalau bepergian. Para pengusaha besar dan pejabat tinggi, katanya, kalau bepergian paling-paling menginap di hotel bintang empat atau bintang lima.

"Orang NU, kalau keluar kota nginepnya di hotel bintang sembilan," alias di kantor pengurus NU!.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini