KPK Tangkap Buronan Kasus Korupsi APBD Morowali

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 27 Mei 2021 19:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 27 337 2416413 kpk-tangkap-buronan-kasus-korupsi-apbd-morowali-ThEU7avmdW.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA - Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Sulteng) menangkap salah satu buronan kasus korupsi, H Khoironi F Cadda, pada Kamis (27/5/2021). Khoironi ditangkap di salah satu perumahan elit di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Khoironi sendiri merupakan terpidana kasus korupsi penyalahgunaan dan penyimpangan APBD Kabupaten Morowali tahun anggaran 2007 yang diperuntukkan sebagai dana penyertaan modal kepada perusahaan daerah Morowali untuk pengadaan kapal. Kasus itu merugikan negara sebesar Rp4,5 Miliar.

"KPK melalui Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah IV memfasilitasi Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah melakukan penangkapan DPO terpidana H Khoironi F Cadda," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (27/5/2021).

Sebelumnya, H Khoironi F Cadda telah diputus bersalah berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI No. 1212 K/PID.SUS/2015 tanggal 13 April 2016. Ia dijatuhkan hukuman pidana penjara selama lima tahun dan denda sebesar Rp200 juta.

Baca juga: Tersangka Korupsi Lahan, Mantan Dirut Sarana Jaya Yoory Pinontoan Ditahan KPK

Lebih lanjut, Ali membeberkan, Khoironi ditangkap Pada Kamis (27/5/2021), sekira pukul 15.00 WITA. Ia ditangkap di salah satu perumahan elit di Kota Samarinda, Kalimantan Timur oleh tim gabungan yang terdiri dari KPK, Pidsus Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur dan Pidsus Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah.

Selanjutnya, Khorioni dibawa ke Kejati Kaltim guna dilakukan pemeriksaan awal. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, tim menerbangkan Khoironi ke Palu, Sulawesi Tengah untuk dilaksanakan eksekusi putusannya.

"Dalam masa pencarian, DPO terpidana tersebut selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan identitas berbeda," pungkasnya.

Baca juga: 51 Pegawai Diberhentikan, Moeldoko: Itu Kewenangan KPK

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini