Terus Memegang Tasbih, Ini Reaksi Habib Rizieq saat Hakim Bacakan Vonis

Dimas Choirul, MNC Media · Kamis 27 Mei 2021 16:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 27 337 2416271 terus-memegang-tasbih-ini-reaksi-habib-rizieq-saat-hakim-bacakan-vonis-AJ5lQMJWf4.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA – Habib Rizieq Shihab (HRS) terus memegang tasbih dan berzikir saat mendengarkan majelis membacakan putusan kasus pelanggaran protokol kesehatan di Megamendung yang menjeratnya. Habib Rizieq juga tampak berdoa sambil berzikir dengan menggunakan tasbih di tangannya.

Majelis Hakim memvonis denda Rp20 juta subsider lima bulan dalam perkara kerumunan yang melanggar protokol kesehatan Covid-19 di Megamendung.

Baca juga: Sidang Vonis Habib Rizieq Berlangsung, Dua Anjing K-9 Ikut Berjaga-jaga

Vonis tersebut dibacakan oleh majelis hakim yang dipimpin Hakim Suparman Nyompa dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur sore ini.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Muhammad Rizieq bin Sayyid Husein Shihab alias Habib Rizieq Shihab telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan, dua menjatuhkan pidana terhadap pidana tersebut dengan pidana denda sejumlah Rp20 juta dan ketentuan bila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama lima bulan," ucap hakim.

Baca juga: HRS Pikir-Pikir soal Vonis Perkara Kerumunan di Megamendung, Hakim Beri Waktu Seminggu

Habib Rizieq menyatakan akan pikir-pikir terlebih dahulu atas vonis tersebut.

Dalam kasus kerumunan di Markaz Syariah Pesantren Alam Agrokultural, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Rizieq dengan pidana penjara 10 bulan dan denda Rp50 juta.

Dalam dakwaannya, jaksa menyatakan Rizieq melanggar Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) UU Nomor 4 Tahun 1984 Tentang Wabah Penyakit Menular dan/atau Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan/atau Pasal 216 KUHP.

Sedangkan untuk kelima mantan petinggi FPI, jaksa menuntut masing-masing 1 tahun 6 bulan dengan pengurangan masa tahanan. Kelimanya yakni Haris Ubaidillah, Ahmad Sabri Lubis, Ali Alwi Alatas, Idrus Al-Habsyi, dan Maman Suryadi.

Jaksa menyebutkan bahwa mereka telah melanggar Pasal 160 KUHP juncto Pasal 93 Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kelimanya juga dinyatakan telah melanggar Pasal 82A ayat (1) juncto 59 ayat (3) huruf c dan d UU RI Nomor 16 Tahun 2017 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan atas UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan menjadi Undang-Undang juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 10 huruf b KUHP juncto Pasal 35 ayat (1) KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini