51 Pegawai KPK Diberhentikan, Moeldoko: Arahan Presiden Tak Diabaikan

Dita Angga R, Sindonews · Kamis 27 Mei 2021 12:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 27 337 2416120 51-pegawai-kpk-diberhentikan-moeldoko-arahan-presiden-tak-diabaikan-RP30FRE7FV.jpeg Kepala Staf Presiden Moeldoko (Ist)

JAKARTA - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mendukung penuh arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait alih status pegawai KPK menjadi ASN. Itu termasuk pegawai KPK yang tak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) tidak serta-merta menjadi dasar pemberhentian dan terdapat peluang untuk perbaikan melalui pendidikan kedinasan, level individual maupun organisasi.

“Terhadap arahan Presiden Jokowi tersebut, Kantor Staf Presiden, Kementerian dan Lembaga terkait secara solid mendukung dan melaksanakannya,” katanya dalam keterangan persnya, Kamis (27/5/2021).

Dia pun membantah adanya pengabaian terhadap arahan presiden tersebut. Menurutnya kementerian/lembaga telah menjalankan apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi.

“Tidak benar terjadi pengabaian arahan Presiden. Untuk menjalankan arahan Presiden, di antaranya Menteri PANRB, Menteri Hukum dan HAM, BKN, dan LAN telah melakukan koordinasi dengan Pimpinan KPK dan menyampaikan arahan Presiden tersebut dengan memberikan opsi pembinaan sebagai solusinya. Kemenpan-RB mengusulkan dilakukan individual development plan (IDP) untuk pegawai KPK yang dinyatakan tidak lulus TWK,” ujarnya.

Dari 75 nama pegawai yang tidak lolos TWK, hanya 24 peserta yang akan diberikan diklat wawasan kebangsaan untuk nantinya beralih status menjadi ASN.

Baca Juga : 75 Pegawai KPK Tak Lulus TWK Tolak Ikuti Pembinaan

“Dengan kata lain, pimpinan KPK kemudian mengambil kebijakan untuk memberhentikan 51 dari 75 pegawai KPK yang sebelumnya dinyatakan tidak lulus TWK. Bahwa Pimpinan KPK kemudian mengambil kebijakan lain tersendiri. Hal tersebut merupakan kewenangan dan keputusan lembaga pengguna dalam hal ini KPK,” tuturnya.

Baca Juga : Kepala BKN Sebut Keputusan Soal Pegawai KPK Sudah Sesuai Arahan Presiden Jokowi

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini