Jokowi: Tak Ada Toleransi Terhadap Penyelewengan Anggaran

Dita Angga R, Sindonews · Kamis 27 Mei 2021 11:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 27 337 2416108 jokowi-tak-ada-toleransi-terhadap-penyelewengan-anggaran-lI0Of9OgXj.jpg Presiden Jokowi. (Foto: Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak akan memberi tolerasansi terhadap segala tindak penyalahgunaan anggaran negara. Terlebih lagi saat ini Indonesia tengah menghadapi pandemi Covid-19.

“Berkali-kali saya sampaikan, saya tidak akan memberikan toleransi sedikitpun terhadap adanya penyelewengan anggaran,” ujar Jokowi saat peresmian pembukaan rapat koordinasi nasional pengawasan intern pemerintah tahun 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (27/5/2021).

Kepala Negara mengatakan bahwa saat ini pemerintah tengah berhemat dalam rangka menghadapi pandemi.

Baca juga: Tingkat Kepuasan Publik atas Kinerja Jokowi-Ma'ruf Cukup Tinggi

“Apalagi di saat kita seperti sekarang ini, semuanya harus dihemat dalam rangka menghadapi pandemi. Di saat kita semuanya sedang bekerja keras untuk mempercepat pemulihan kesehatan dan pemulihan ekonomi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Jokowi menegaskan bahwa peran utama pengawasan adalah menjamin tercapainya tujuan.

“Menjamin tercapainya tujuan, pemerintah menjamin tercapainya tujuan program, menjamin tercapainya tujuan belanja anggaran secara akuntabel, efektif dan efisien,” ucapnya.

Baca juga: Jokowi Dorong Pemimpin Negara di Dunia Atasi Kesenjangan Vaksin Covid-19

Menurut Jokowi, mengikuti prosedur itu penting, tapi jauh lebih penting adalah tercapainya target-target yang telah ditetapkan. Namun dalam mencapai target, tetap harus secara akuntabel, efektif dan efisien.

“Yang ditunggu-tunggu oleh rakyat itu adalah hasilnya. Ini yang banyak sering kita lupa. Sekali lagi yang ditunggu oleh rakyat itu adalah hasilnya, yang ditunggu oleh rakyat itulah manfaat dari setiap Rupiah yang dibelanjakan oleh Pemerintah. Dan pengawasan harus menjamin tidak ada serupiah pun yang salah sasaran. Tidak ada yang disalahgunakan. Apalagi dikorupsi,” pungkasnya

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini