Share

Pesan Berantai Orang Akan Meninggal 2 Tahun Usai Suntik Vaksin Covid-19, IDI: Ya Jelas Hoaks!

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 27 Mei 2021 07:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 27 337 2415997 pesan-berantai-orang-akan-meninggal-2-tahun-usai-suntik-vaksin-covid-19-idi-ya-jelas-hoaks-fMPtzrlnrY.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Beredar pesan berantai yang mengklaim bahwa orang akan meninggal 2 tahun setelah disuntik vaksin Covid-19. Diklaim pesan ini disampaikan oleh Mike Yeadon, mantan Ketua Saintis Vaksin Pfizer.

Merespon hal ini, Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Zubairi Djoerban menegaskan, bahwa informasi ini adalah hoaks.

“Ada pesan berantai yang isinya begini: orang akan meninggal dalam dua tahun setelah disuntik vaksin Covid-19. Mengerikan sekali ya. Pesan itu mengklaim bahwa Mike Yeadon, mantan saintis berpengaruh dari Pfizer, yang menyatakannya. Benar kah? Informasi orang akan meninggal dalam dua tahun karena disuntik vaksin Covid-19 ya jelas hoaks,” tegas Zubairi lewat akun media sosial pribadinya, dikutip Kamis (27/5/2021).

Baca juga:  115.000 Tenaga Kesehatan Meninggal, WHO Soroti Vaksinasi Covid-19

Zubairi pun mengatakan, belum dapat memastikan bahwa pesan tersebut benar disampaikan oleh Mike Yeadon atau bukan.

“Tapi, soal Mike Yeadon yang menyatakannya atau bukan, saya belum tahu. Apakah ini Yeadon yang asli atau palsu, nanti biar waktu akan berbicara,” katanya.

Baca juga:  Komnas KIPI: Kematian Usai Vaksinasi Bukan karena Vaksin AstraZeneca

“Yang jelas, Yeadon ini cukup kontroversial. Ia ikut menulis petisi tentang vaksin Covid-19 dapat menyebabkan kemandulan-yang kemudian diketahui sebagai hoaks,” ungkap Zubairi.

Namun, kata Zubairi, Mike Yeadon ini bukan ilmuwan sembarangan. Dia merupakan peneliti yang telah menghabiskan waktu selama 16 tahun karirnya untuk Pfizer.

“Meski begitu, dia ini bukan ilmuwan sembarangan, karena menghabiskan 16 tahun kariernya di Pfizer sebagai peneliti.”

“Memang banyak pertanyaan bermunculan terkait cara pandang Yeadon. Misalnya, mengapa ilmuwan sekelas Yeadon justru skeptis terhadap vaksin Covid-19. Nah ini tetap menjadi misteri. Terima kasih,” papar Zubairi.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini