Share

7 Fase Gerhana Bulan Total yang Terjadi di Indonesia

Riezky Maulana, iNews · Kamis 27 Mei 2021 04:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 27 337 2415953 7-fase-gerhana-bulan-total-yang-terjadi-di-indonesia-BohWwPS1Cv.jpg Gerhana Bulan Total (Foto: Carlos Fajarta)

JAKARTA - Masyarakat di Indonesia disuguhi fenomena astronomi berupa gerhana bulan total pada Rabu (26/5/2021) petang. Gerhana kali ini juga disebut sebagai Bulan Merah Super atau Super Blood Moon.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, gerhana tersebut memiliki tujuh fase. Fase pertama adalah penumbra yang mulai berlangsung sejak pukul 15.46 WIB.

Baca Juga:  Sholat Gerhana Bulan, Imam Masjid Istiqlal Ajak Jamaah Contoh Alam Semesta

Di fase penumbra, hanya wilayah Papua saja yang dapat mengamati. Kemudian, pada fase kedua yang bernama awal fase sebagian berlangsung pukul 16.44 WIB dan wilayah yang bisa mengamati mayoritas adalah Indonesia bagian timur, NTT, serta Pulau Sulawesi bagian timur.

Berlanjut pada yang dinamakan awalp fase total, berlangsung sekira pukul 18.09 WIB. Seluruh wilayah Indonesia dapat memantau kondisi tersebut, kecuali sebagian Riau, sebagian Sumatera Barat, sebagian Sumatera Utara, dan Aceh.

Sembilan menit berselang, tepatnya 18.18 WIB, gerhana memasuki fase puncak gerhana. Sama seperti awal fase total, seluruh wilayah Indonesia dapat memantau kondisi tersebut, kecuali sebagian Riau, sebagian Sumatera Barat, sebagian Sumatera Utara, dan Aceh.

Gerhana akan mulai memasuki akhir fase sebagian pada pukul 19.52 WIB. Seluruh wilayah Indonesia dipastikan bisa ikut mengamati.

Baca Juga:  Viral Gerhana Bulan Total Abal-Abal, dari Ember hingga Telor Ceplok

Akhir fase penumbra, yang merupakan fase terakhir berlangsung pada pukul 20.51 WIB. Di mana seluruh wilayah Indonesia dapat mengamati fase tersebut.

Sementara itu, Deputi Bidang Geofisika BMKG, Muhamad Sadly menuturkan, bahwasanya peristiwa gerhana bulan ini sangat spesial. Pasalnya, kejadian ini akan terjadi lagi pada 2023.

"Fenomena ini sangat langka ya, itu 2033 baru akan terjadi lagi," ujarnya.

(Ari)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini