Share

Sholat Gerhana Bulan, Imam Masjid Istiqlal Ajak Jamaah Contoh Alam Semesta

Widya Michella, MNC Media · Rabu 26 Mei 2021 23:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 26 337 2415939 sholat-gerhana-bulan-imam-masjid-istiqlal-ajak-jamaah-contoh-alam-semesta-wyE2ifcFHZ.jpg Imam Masjid Istiqlal Ahmad Husni (Foto: Widya Michella)

JAKARTA - Imam Masjid Istiqlal, Ahmad Husni Ismail mengajak jamaah sholat gerhana bulan untuk mencontoh alam semesta atau seluruh planet tata surya seperti matahari, bulan, bintang-bintang yang bermiliar-miliar jumlahnya. Semuanya tunduk dan patuh kepada perintah dan aturan Allah, di mana semua berputar pada poros dan garis edarnya masing-masing.

"Hal ini menjadi pelajaran untuk kita semua agar mencontoh alam semesta dalam ketaatan dan kepatuhan kepada Tuhan. Kepatuhan kepada perintah Allah menghantar manusia hidup berdamai dan bersahabat kepada sesama manusia dan makhluk-makhluk yang ada di permukaan bumi. Damai dengan dirinya, damai pula dengan keluarganya, damai dengan alam sekitar yang akan memberikan kebahagiaan bagi manusia itu sendiri," jelas Ahmad Husni dalam khutbah usai pelaksanaan sholat gerhana bulan pada Rabu, (26/5/2021) di Masjid Istiqlal Jakarta.

Baca Juga:  Masjid Istiqlal Gelar Sholat Gerhana Bulan Total

Menurutnya, gerhana bulan adalah fenomena alam biasa yang terjadi karena terhalangnya cahaya matahari oleh bumi sehingga cahaya tersebut tidak semuanya sampai kepada bulan. Peristiwa ini merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi, bulan dan kejadian ini hanya terjadi pada fase baru, bulan baru atau awal bulan

"Fenomena alam seperti ini dapat memberikan pelajaran bahwa dibalik semua keteraturan pergerakan alam semesta tidak mungkin atau mustahil bergerak sendiri tanpa ada yang menggerakkan dan mengaturnya sedemikian rupa sehingga tetap berputar atau beredar pada garis edar masing-masing satu sama lain tidak saling bertabrakan," kata Ahmad.

Baca Juga:  Viral Gerhana Bulan Total Abal-Abal, dari Ember hingga Telor Ceplok

Dengan demikian, lanjutnya terbantahlah keyakinan sekelompok manusia yang tidak mengakui adanya tuhan atau ateis yang menyakini bahwa alam bergerak dengan sendirinya. Terpatahkan pula argumentasi orang musyrik yang meyakini keberbilangannya tuhan karena alam pasti hancur jika ada dua tuhan apalagi banyak tuhan dan tuhan-tuhan itu mempunyai kehendak yang berbeda dalam mengatur alam semesta ini.

"Mari kita tunduk kepada Allah yang mengatur harmonisasi dengan berbagi kasih kepada masyarakat yang membutuhkan dan membebaskan mereka dari orang dzolim karena Allah hadir dan ada di sisi-Nya," ajaknya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini