Gerhana Bulan Total di Jakarta Tak Terlihat Kasat Mata, Ini Penyebabnya

Carlos Roy Fajarta, · Rabu 26 Mei 2021 20:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 26 337 2415897 gerhana-bulan-total-di-jakarta-tak-terlihat-kasat-mata-ini-penyebabnya-LP0X8Wwku1.jpg Gerhana bulan total. (Foto: Carlos Fajarta)

JAKARTA - Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Rahmat Triyono menyebutkan gerhana bulan total merah (Super Blood Moon) di Ancol Jakarta Utara tidak terlihat kasat mata.

"Ini karena terhalang awan di sisi Timur ya, jadi tampak gerhana bulan total secara kasat mata tidak terlalu lihat jelas secara langsung dari kasat mata. Kalau dengan teleskop dan laptop akan lebih terlihat jelas," ujar Rahmat Triyono, Rabu (26/5/2021) sore. 

Ia menjelaskan bahwa gerhana bulan total di wilayah Jakarta memang tidak terlalu terlihat dengan jelas. 

Baca juga: Penampakan Gerhana Bulan Total, Kenapa Sisi Kiri Lebih Cerah?

"Tapi memang gerhana bulan total ini dapat terlihat jelas di wilayah Papua, sedangkan untuk ke arah Tengah dan Barat sudah semakin sulit untuk dilihat secara kasat mata. Apalagi kalau di ibukota ada polusi dan hal teknis lainnya akan semakin menghalangi penglihatan secara langsung," ucap Rahmat Triyono. 

Fase Gerhana Bulan Total di Ancol berlangsung selama beberapa tahap, yakni:

1. Awal fase penumbra (P1) pukul 15.46 WIB

2. Awal fase sebagian (UI) pukul 16.44 WIB

3. Awal fase total pukul (U3) 18.28 WIB

4. Puncak Gerhana pukul 18.18 WIB

5. Akhir fase sebagian pukul (U4) 19.52 WIB

6. Awal fase total (U2) pukul 18.09 WIB

7. Akhir fase penumbra (P4) pukul 20.51 WIB

Durasi gerhana bulan total dimulai dari bulan terbit yakni selama 3 jam 11 menit 13 detik. Sedangkan durasi gerhana total yakni selama 18 menit 44 detik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini