Share

Puncak Gerhana Bulan Total Teramati dengan Mata Telanjang di Lembang

Adi Haryanto, Koran SI · Rabu 26 Mei 2021 20:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 26 337 2415893 puncak-gerhana-bulan-total-teramati-dengan-mata-telanjang-di-lembang-5dsy8vhtpq.jpg Gerhana bulan total. (Foto: Adi Haryanto)

BANDUNG BARAT - Gerhana Bulan Total (Super Blood Moon) berhasil teramati dengan baik di Lereng Anteng,Ā Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (26/5/2021) malam.

"Pada saat puncak pengamatan tadi kita semua bisa lihat dengan jelas pergerakan bulannya," kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, Teguh Rahayu kepada wartawan di lokasi pengamatan.

Baca juga:Ā Penampakan Gerhana Bulan Total, Kenapa Sisi Kiri Lebih Cerah?

Puncak pengataman Gerhana Bulan Total ini terjadi sekitar pukul 18.11 hingga pukul 18:18 WIB. Selama proses pengamatan kondisi cuaca sejak sore hingga malam cerah, sehingga pergeseran bulan bumi bisa terlihat jelas.Ā 

"Tadi kita amati sejak fase awal pukul 15.40 WIB, lalu memasuki fase puncak di pukul 18.09 dan puncak gerhananya pukul 18.18 hingga berakhir pukul 18.28," sambungnya.

Meski sedikit samar, secara keseluruhan puncak gerhana terlihat jelas dilihat melalui mata telanjang. Masyarakat yang datang juga bisa melihat dengan jelas di screen yang disediakan karena terkoneksi dengan lensa pengamatan.

Baca juga:Ā Terlihat Jelas, Begini Penampakan Fenomena Gerhana Bulan Total di Bengkulu

Gerhana bulan merupakan fenomena alam yang lumrah terjadi. Dampak pada kondisi alam hanya berupa peningkatan tinggi gelombang di pesisir pantai Jawa Barat bagian Selatan. Kenaikan tinggi gelombang mulai dari 1,5 meter hingga 2 meter.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Untuk di wilayah Jawa Barat, ancamannya di Garut dan Pangandaran. Masyarakat di situ perlu waspada," kata dia.

Lebih lanjut dikatakannya, adanya pengamatan gerhana ini juga sebagai bagian untuk mengedukasi masyarakat.

"Kita edukasi masyarakat juga. Karena kebanyakan kan belum pernah mengamati fenomena ini secara langsung," pungkasnya.

Pada pengamatan ini BMKG Bandung menggunakan teropong Vixen Sphinx ED80SF. BMKG juga menyiapkan pengamatan virtual melaluiĀ https://www.bmkg.go.id/gbt. GerhanaĀ kali ini beriringan dengan terjadinya ketika bulan berada di jarak terdekatnya dengan bumi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini