Share

Niat Sholat Gerhana Bulan Total, Simak Artinya Supaya Khusyuk

Tim Okezone, Okezone · Rabu 26 Mei 2021 19:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 26 337 2415876 niat-sholat-gerhana-bulan-total-simak-artinya-supaya-khusyu-j3PqpLAsAo.jpg Gerhana Bulan Total. (Foto/The Verge)

GERHANA bulan total (GBT) atau Super-Blood Moon merupakan fenomena langka dan baru akan terjadi kembali pada 2033. Peristiwa ini bisa disaksikan dari wilayah Indonesia.

Masyarakat bisa menyaksikan Super-Blood Moon, Rabu (26/5/2021) mulai pukul 16.00 WIB.

Gerhana bulan total adalah salah satu peristiwa terhalanginya sinar matahari oleh Planet Bumi yang menyebabkan tidak semua cahaya sampai ke bulan. Gerhana bulan total terjadi ketika posisi matahari-Bumi-bulan sejajar. Dalam peristiwa ini, bulan akan berwarna merah (blood moon).

Foto/Daily Star

Ustadz Ady Kurniawan Al Asyrofi menerangkan bahwa adanya fenomena alam gerhana sebenarnya telah lama dibahas dalam ajaran Islam. Pada zaman Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam pernah terjadi gerhana matahari yaitu pada hari wafatnya Ibrahim bin Muhammad (Rasulullah).

Baca juga:ย Penampakan Gerhana Bulan Total, Kenapa Sisi Kiri Lebih Cerah?

Lalu orang-orang berseru terjadi gerhana matahari karena wafatnya Ibrahim. Maka Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

Baca juga:ย 3 Keistimewaan Gerhana Bulan Total Malam Ini, Sangat Langka Terjadi!

"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak terjadi gerhana karena kematian dan kehidupan seseorang. Jika kalian melihat keduanya berdoalah kepada Allah dan sholatlah sampai kembali seperti semula." (Al Mughirah dalam kitab Bulughul Maram Nomor 526).

Adapun waktu pelaksanaan Sholat Gerhana Bulan sebaiknya dilakukan sejak dimulainya gerhana atau ketika bulan tertutupi hingga gerhana berakhir alias bulan terlihat seperti kondisi normal.

Sholat Gerhana Bulan sebenarnya boleh dilakukan sendiri atau tanpa perlu pergi ke masjid. Tapi sangat disarankan melakukannya secara berjamaah karena Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam dahulu mengerjakannya secara berjamaah di masjid dengan khotbah atau tanpa khotbah.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Sholat Gerhana Bulan ini dikerjakan 2 rakaat dalam setiap rakaat terdapat 2 kali rukuk.

Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah pun menjelaskan bahwa sebelum Sholat Gerhana Bulan dimulai, hendaklah muazin mengumandangkan lafadz 'ash shalaatu jaamiah'.

Berikut niat sholat gerhana bulan:

1. Niat Sholat gerhana bulan berjemaah

ุฃูุตูŽู„ูู‘ูŠ ุณูู†ูŽู‘ุฉูŽ ุงู„ุฎูุณููˆูู ุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุฅูู…ูŽุงู…ู‹/ู…ูŽุฃู…ููˆู…ู‹ุง ู„ู„ู‡ ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰

Ushallii sunnatal khusuufi rakโ€˜ataini imaaman/makmuuman lillaahi taโ€˜aalaa.

Artinya: Saya sholat Sunnah Khusuf dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah.

Foto/Twitter

2. Niat Sholat Gerhana Bulan Sendirian

ุตูŽู„ูู‘ูŠ ุณูู†ูŽู‘ุฉูŽ ุงู„ุฎูุณููˆูู ุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ู„ู„ู‡ ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰

Ushallii sunnatal khusuufi rakโ€˜ataini lillaahi taโ€˜aalaa. Saya sholat Khusuf sendirian dua rakaat karena Allah.

Artinya, โ€œSaya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.โ€

Sholat gerhana bulan dan matahari dikerjakan dengan cara berjemaah, sebab dahulu Rasulullah SAW mengerjakannya dengan berjamaah di masjid. Sholat gerhana secara berjamaah dilandasi oleh hadits Aisyah radhiyallahu 'anha.

Sholat gerhana dilakukan tanpa didahului dengan azan atau iqamat. Yang disunnahkan hanyalah panggilan shalat dengan lafaz "As-Shalatu Jamiah".

Dalilnya adalah hadits berikut:

ู„ูŽู…ู‘ูŽุง ูƒูŽุณูŽููŽุชู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู‡ู’ุฏู ุฑูŽุณููˆู„ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู†ููˆุฏููŠูŽ : ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉูŽ ุฌูŽุงู…ูุนูŽุฉูŒ

Artinya: Ketika matahari mengalami gerhana di zaman Rasulullah SAW, orang-orang dipanggil shalat dengan lafaz : As-shalatu jamiah". (HR. Bukhari).

Juga disunnahkan untuk mandi sunnah sebelum melakukan shalat gerhana, sebab shalat ini disunnahkan untuk dikerjakan dengan berjamaah.

Menurut pendapat As-Syafi'iyah, dalam shalat gerhana disyariatkan untuk disampaikan khutbah di dalamnya. Khutbahnya seperti layaknya khutbah Idul Fithri dan Idul Adha dan juga khutbah Jumat.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini