Share

Malam Ini, Gerhana Bulan Total Bisa Dilihat Tanpa Alat Bantu Optik, Terjadi 195 Tahun Sekali

Tim Okezone, Okezone · Rabu 26 Mei 2021 16:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 26 337 2415809 malam-ini-gerhana-bulan-total-bisa-dilihat-tanpa-alat-bantu-optik-terjadi-195-tahun-sekali-SavpuRpaNL.jpeg Gerhana Bulan Total. (Foto: The Verge)

JAKARTA - Gerhana Bulan Total (GBT)atau Super Blood Moon malam ini, Rabu (26/5/2021) hanya terjadi 195 tahun sekali. Di wilayah Barat Indonesia, fenomena alam ini bisa disaksikan di langit Indonesia tanpa alat bantu optik. 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis, puncak gerhana dapat disaksikan tanpa alat bantu optik pada pukul 18.46 WIB di wilayah barat Indonesia. Pukul 19.46 WITA di wilayah tengah Indonesia dan pukul 20.46 WIT di wilayah Timur Indonesia.

Baca juga: Gerhana Bulan Fenomenal yang Pernah Terjadi di Indonesia dan Dunia

Proses gerhana bulan total kali ini akan berlangsung selama 3 jam 7 menit yang akan diawali gerhana penumbra pada pukul 15.46.37 WIB dan kontak terakhir penumbra pukul 20.51.16 WIB yang mengakhiri seluruh proses gerhana. Durasi puncak gerhana akan berlangsung selama 14 menit dan 30 detik.

Fenomena Blood Moon hanya terjadi ketika fase bulan penuh dan mengalami Gerhana Bulan Total. Bulan akan tampak berwarna merah dan akan semakin merah bergantung dengan ketebalan partikel di atmosfer bumi yang ditembus cahaya itu seperti polusi udara atau tutupan awan.

Baca juga: 4 Mitos di Balik Gerhana Bulan, Kental dengan Nuansa Magis

"Secara umum, ada dua jenis gerhana: Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari," tulis Juan Carlos Beamín, astrofisikawan di Pusat Komunikasi Sains dari Universitas Otonomi Chile, dalam bukunya yang berjudul "Illustrated Astronomy". 

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini