51 Pegawai KPK yang Dipecat Tak Bisa Jadi PPPK

Riezky Maulana, iNews · Rabu 26 Mei 2021 01:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 26 337 2415582 51-pegawai-kpk-yang-dipecat-tak-bisa-jadi-pppk-LoRPFdPOfF.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria menyebutkan bahwa sebanyak 51 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sudah tidak dapat dibina melalui pendidikan dan pelatihan kebangsaan juga tidak bisa diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Hal itu dikarenakan, agar bisa menjadi PPPK syaratnya sama seperti menjadi ASN.

Bima memaparkan, dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2015 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), mereka hendak menjadi ASN harus memenuhi aspek-aspek dari nilai dasar kode etik serta kode perilaku.

"Jadi kalau mereka tidak memenuhi syarat ASN, ya itu berlaku untuk dua-dua status kepegawaian itu. Mereka harus memenuhi, kalau dalam UU 5 Nomor 2015 nilai dasar kode etik dan kode perilaku pasal 3, 4, 5,” kata Bima, Selasa (25/5/2021).

Dia menjelaskan, tindak lanjut ini pun sudah sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selain itu, keputusan ini telah sejalan dengan pertimbangan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusan pengujian hasil revisi UU KPK.

"Jadi, yang tidak memenuhi syarat 51 orang itu nanti masih akan menjadi pegawai KPK hingga 1 November 2021, ini juga sudah mengikuti arahan Bapak Presiden bahwa tidak merugikan ASN dan di dalam keputusan MK tidak merugikan ASN, itu sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengatakan 24 dari 75 pegawai yang tidak lolos TWK masih dapat diselamatkan. Adapun langkah yang ditempuh yaitu melakukan pembinaan terhadap 24 pegawai tersebut.

Baca Juga : Daftar Lengkap 46 Perwira Tinggi TNI AD yang Dimutasi

Sedangkan, sebanyak 51 orang yang tidak lolos TWK sudah dipastikan berakhir masa kerjanya pada 1 November 2021 mendatang. Sebab, mereka memiliki rapor merah.

"Dari hasil pemetaan asesor dan kita sepakati dari 75 ada 24 pegawai, dari 75 tadi yang masih dimungkinkan untuk dilakukan pembinaan sebelum diangkat jadi ASN. Terhadap 24 tadi nanti akan mengikuti pelatihan bela negara dan wawasan kebangsaan," ujar Alex saat jumpa pers di tempat yang sama.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini