Hadiri Sidang Etik Penyidik KPK, Azis Syamsuddin: Saya Ikuti Proses

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Selasa 25 Mei 2021 19:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 25 337 2415454 hadiri-sidang-etik-penyidik-kpk-azis-syamsuddin-saya-ikuti-proses-6AbTP86jmN.jpg Azis Syamsuddin (Foto: Antara)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin menghadiri sidang majelis etik Dewan Pengawas (Dewas) KPK pada hari ini, Selasa 25 Mei 2021. Sidang tersebut terkait dugaan pelanggaran etik penyidik AKP Stepanus Robin Pattuju (SRP).

"Hari ini (25/5) Majelis Etik yang dibentuk oleh Dewas KPK memanggil dan menghadirkan beberapa orang sebagai saksi, di antaranya Azis Syamsuddin dalam pemeriksaan dugaan pelanggaran etik tersangka SRP," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (25/5/2021).

Baca Juga:  3 Kali Tak Hadiri Rapat Paripurna, ke Mana Azis Syamsuddin?

Ali menyatakan, tidak dapat menyampaikan materi pemeriksaan lantaran persidangan dilaksanakan tertutup sebagaimana peraturan Dewas KPK. "KPK pastikan bahwa ketika proses persidangan etik ini telah selesai, maka pembacaan putusannya akan disampaikan secara terbuka untuk seluruh masyarakat," ungkapnya.

Terpisah, usai menghadiri sidang etik, Azis enggan berkomentar banyak. Azis hanya mengaku siap mengikuti proses yang ada.

"Saya ikut proses yang ada saja, makasih," kata Azis di Kantor Dewas.

Pemanggilan Azis terkait pelanggaran etik Robin bukan kali pertama. Azis juga pernah datang ke Dewas KPK pada Senin 17 Mei 2021 lalu.

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri mengungkapkan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin menjadi aktor dibalik pertemuan antara oknum penyidik KPK bernama Stepanus Robin Pattuju (SRP) dengan Walikota Tanjung Balai periode 2016-2021 M Syahrial (MS).

Hal tersebut terungkap dalam konstruksi perkara terkait dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai Tahun 2020-2021.

"Pada Oktober 2020, SRP melakukan pertemuan dengan MS di rumah dinas AZ (Aziz Syamsuddin) Wakil Ketua DPR RI di Jakarta Selatan," ujar Firli dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Kamis 22 April 2021.

Baca Juga:  KPK Bakal Panggil Ulang Azis Syamsuddin Terkait Kasus Suap Penyidik

Firli menjelaskan, dalam pertemuan tersebut, Azis Syamsuddin memperkenalkan Stepanus dengan Syahrial karena diduga Syahrial memiliki permasalahan terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjung Balai yang sedang dilakukan KPK agar tidak naik ke tahap penyidikan.

Menindaklanjuti pertemuan di rumah Azis, kemudian SRP mengenalkan MH kepada MS

untuk bisa membantu permasalahannya. Stepanus, bersama Maskur sepakat untuk membuat komitmen dengan Syahrial terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjung Balai untuk tidak ditindaklanjuti oleh KPK dengan menyiapkan uang sebesar Rp1,5 miliar.

"MS menyetujui permintaan SRP dan MH tersebut dengan mentransfer uang secara

bertahap sebanyak 59 kali melalui rekening bank milik RA (Riefka Amalia) teman dari saudara SRP dan juga MS memberikan uang secara tunai kepada SRP hingga total uang yang telah diterima SRP sebesar Rp1,3 miliar," ungkap Firli.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini