Kejagung Tangkap Buronan Pemalsuan dan TPPU

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 25 Mei 2021 18:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 25 337 2415431 kejagung-tangkap-buronan-pemalsuan-dan-tppu-z0MISK8SiH.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menangkap buronan kasus tindak pidana pemalsuan, penipuan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Nurbaiti aliat Betty Binti Munir Supardi. Ia merupakan buronan dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan sejak tahun 2016.

"Tim Tabur Kejaksaan Agung berhasil mengamankan buronan tindak pidana pemalsuan, penipuan dan Tindak Pidana Pencucian Uang atas nama Terpidana hj. Nurbaiti, alias Betty Binti Munir Supardi di Jalan Sebelas April, Kelurahan Rancamulya, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat," kata Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simajuntak dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (25/5/2021).

Baca juga:  Biaya Perawatan Mahal, Kejagung Bakal Lelang Aset Sitaan Asabri dan Jiwasraya

Leonard menjelaskan, Nurbaiti awalnya selaku Marketing Funding tahun 2004-2009) dan Manajer Funding 2009-2012, mengambil dana nasabah Bank Mega KCP Permata Hijau Jakarta Selatan.

Sejak tahun 2008-2012 sambil meminta tanda tangan para nasabah Bank Mega pada slip penarikan kosong dengan alasan uang para nasabah seolah-olah uang diinvestasikan pada produk Mega Kapital, dimana pemberian bunga lebih tinggi 10%-25% dibandingkan menyimpan uang pada Bank Mega KCP Permata Hijau Jakarta Selatan dengan bunga flat.

Baca juga:  Dicopot dari Sesjamdatun Kejagung Terkait Penyalahgunaan Wewenang, Ini Profil Chaerul Amir

"Adapun transaksi yang dijalankan Terdakwa dilakukan menggunakan pola cash to cash melakukan penarikan dari nasabah satu dan disetor tunai ke nasabah lainnya, dan akibat kejadian tersebut para nasabah mengalami kerugian sebesar Rp22.245.000.000 yang digunakan oleh Terdakwa untuk kepentingan pribadi," ujar Leonard.

Leonard mengungkapkan, berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 1556 K/Pid.Sus/2015 tanggal 19 April 2016, Nurbaiti dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tersebut.

Oleh karena itu, Ia dijatuhi pidana penjara selama delapan tahun serta dihukum membayar denda sebesar Rp1.000.000.000 subsidiair satu tahun kurungan.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini