Saksi Sebut Operator Ihsan Yunus Sakti Urus Kuota Bansos Covid-19, Ini Buktinya

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 25 Mei 2021 17:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 25 337 2415396 saksi-sebut-operator-ihsan-yunus-sakti-urus-kuota-bansos-covid-19-ini-buktinya-cAdqTgDdcL.jpg Sidang suap bansos Covid-19. (Foto: Arie Dwi)

JAKARTA - Konsultan hukum Harry Van Sidabukke menyebut Agustri Yogasmara alias Yogas sebagai orang 'sakti' dalam hal pengurusan kuota Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 di Kementerian Sosial (Kemensos). Yogas disebut-sebut merupakan orang kepercayaan Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDIP, Ihsan Yunus.

Harry mengakui banyak dibantu oleh Yogas berkaitan dengan kuota pengadaan Bansos Covid-19 untuk PT Hamonangan Sude dan PT Pertani. Menurutnya, Yogas mampu meningkatkan kembali jumlah kuota yang diperoleh untuk perusahaan penyedia bansos.

Baca juga: Penyuap Juliari Batubara Akui Beri 2 Sepeda Brompton ke Operator Ihsan Yunus

"Saya melihat mas Yogas ini ya lumayan saktilah menurut saya," kata Harry Van Sidabukke saat bersaksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap terkait pengadaan Bansos Covid-19 untuk terdakwa Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (25/5/2021).

Harry membeberkan 'kesaktian' Yogas dalam mengurus perkara Bansos Covid-19. Di mana, Harry mengaku awalnya mendapat jatah untuk menggarap 200 ribu paket bansos berupa sembako. Seiring berjalannya proyek, kata Harry, paket sembako yang akan digarapnya berkurang menjadi 150 ribu.

Baca juga: Jaksa Ungkap Percakapan Sewa Pesawat untuk Juliari, Muncul Istilah 'Percetakan Negara'

Kemudian, hal itu diceritakan Harry kepada Yogas. Yogas lantas menemui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos Matheus Joko Santoso untuk membicarakan jatah kuota paket tersebut. Setelah ada pertemuan itu, ungkap Harry, jatah kuota untuk dirinya kembali seperti semula yakni sebanyak 200 ribu paket. 

"(Yogas) masuk ke ruangan Pak Joko. Saya di luar nunggu Mas Yogas. Terus Yogas keluar, (bilang) 'sudah mas, beres'," beber Harry. 

Harry mengaku tak mengetahui ihwal perbicangan Yogas dengan Matheus Joko Santoso. Sebab, ia berada di luar ruangan Matheus Joko. Namun, Harry meyakini ada pembahasan terkait penambahan jumlah kuota untuk perusahaan yang dibawanya.

"Intinya (Yogas) lapor (ke Joko). Terus (jatah) paket saya kembali," ungkap Harry.

Dalam perkara ini, dua mantan pejabat Kementerian Sosial (Kemensos), Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono didakwa turut bersama-sama dengan mantan Mensos, Juliari Peter Batubara menerima suap sebesar Rp32 miliar. Keduanya diduga menjadi perantara suap terkait pengadaan Bansos Covid-19. 

Puluhan miliar uang dugaan suap untuk Juliari Batubara itu berkaitan dengan penunjukan sejumlah perusahaan penggarap proyek bansos Covid-19.  Diantaranya yakni, PT Pertani, PT Mandala Hamonganan Sude dan PT Tigapilar Agro Utama. 

Adapun, rincian uang yang diterima Juliari melalui Adi Wahyono dan Matheus Joko yakni, berasal dari Konsultan Hukum, Harry Van Sidabukke, senilai Rp1,28 miliar. Kemudian, dari Presiden Direktur PT Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Maddanatja, sejumlah Rp1,95 miliar. Lantas, sebesar Rp29 miliar berasal dari para pengusaha penyedia barang lainnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini