Penyuap Juliari Batubara Akui Beri 2 Sepeda Brompton ke Operator Ihsan Yunus

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 25 Mei 2021 16:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 25 337 2415347 penyuap-juliari-batubara-akui-beri-2-sepeda-brompton-ke-operator-ihsan-yunus-GpshDv2eJK.jpg Sidang kasus suap bansos Covid-19. (Foto: Arie Dwi)

JAKARTA - Konsultan hukum Harry Van Sidabukke bersaksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap terkait pengadaan Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 untuk terdakwa pejabat Kemensos, Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso.

Dalam kesaksiannya, dia mengakui pernah menyerahkan dua sepeda mewah merek Brompton ke Agustri Yogasmara (Yogas) selaku orang kepercayaan Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Ihsan Yunus. Harry Sidabukke diketahui telah divonis bersalah karena menyuap mantan Mensos, Juliari Batubara.

Harry mengaku membelikan dua sepeda tersebut karena diminta oleh Agustri Yogasmara. 

Baca juga: Jaksa Ungkap Percakapan Sewa Pesawat untuk Juliari, Muncul Istilah 'Percetakan Negara'

"Diminta, karena kebetulan saya hobi main sepeda, lalu beliau (Yogas) cerita 'Ya aku juga kepengen ikut sepedaan, tapi enggak punya sepeda'. Lalu saya tawarin, 'Ya sudah mas pengen sepeda apa', 'sepeda Brompton'. 'Ya udah nanti aku beliin'. 'Tapi beliin dua ya mas'. Akhirnya saya beliin dua," ungkap Harry Sidabukke di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (25/5/2021).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) heran karena Harry rela memberikan sepeda mewah tersebut kepada Yogas. Dikatakan Harry, sepeda itu sengaja diberikan kepada Yogas agar PT Hamonganan Sude dan PT Pertani ke depannya bisa lancar mendapat kuota bansos Covid-19.

"Justru karena saya pengusaha Pak, makanya saya kasih Brompton, karena saya pikir ke depannya bisa dapat proyek lagi dari Mas Yogas," bebernya.

Baca juga: Nama Ace Hasan dan Yandri Susanto Mencuat di Sidang Suap Bansos Covid-19

Sekadar informasi, Yogas sudah pernah mengembalikan sepeda Brompton tersebut ke KPK pada Rabu, 10 Februari 2021. Sepeda tersebut kemudian dilakukan penyitaan sebagai barang bukti dalam perkara ini.

Dalam perkara ini, dua mantan pejabat Kementerian Sosial (Kemensos), Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono didakwa turut bersama-sama dengan mantan Mensos, Juliari Peter Batubara menerima suap sebesar Rp32 miliar. Keduanya diduga menjadi perantara suap terkait pengadaan Bansos Covid-19.

Puluhan miliar uang dugaan suap untuk Juliari Batubara itu berkaitan dengan penunjukan sejumlah perusahaan penggarap proyek bansos Covid-19.  Diantaranya yakni, PT Pertani, PT Mandala Hamonganan Sude dan PT Tigapilar Agro Utama.

Adapun, rincian uang yang diterima Juliari melalui Adi Wahyono dan Matheus Joko yakni, berasal dari Konsultan Hukum, Harry Van Sidabukke, senilai Rp1,28 miliar. Kemudian, dari Presiden Direktur PT Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Maddanatja, sejumlah Rp1,95 miliar. Lantas, sebesar Rp29 miliar berasal dari para pengusaha penyedia barang lainnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini