97 Ribu Data PNS Palsu, DPR Dorong Dibentuk Tim Khusus

Felldy Utama, iNews · Selasa 25 Mei 2021 14:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 25 337 2415248 97-ribu-data-pns-palsu-dpr-dorong-dibentuk-tim-khusus-KESZoIv3E3.jpeg Sufmi Dasco Ahmad. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Temuan 97 ribu data Pegawai Negeri Sipil (PNS) misterius mengejutkan banyak pihak. Bagaimana tidak, negara masih membayar ke puluhan ribu PNS tersebut yang ternyata tak ada orangnya. Terkait ini, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad angkat bicara.

Dasco meminta sejumlah pihak terkait memberikan klarifikasi terkait hal ini. Bahkan, dia juga mendorong untuk membentuk tim khusus dalam rangka mengusut tuntas persoalan ini. 

"Mestinya banyak pihak yang mesti mengklarifikasi, perlu dibentuk menurut saya satu tim khusus," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (25/5/2021).

Oleh karena itu, Dasco meminta pemerintah melakukan pengecekan terhadap data tersebut. Ia mengaku merasa prihatin, mengingat pemberian gaji kepada 97 ribu PNS gaib itu sudah berlangsung sejak 2014.

Baca juga: Iih Seram! Ada PNS 'Hantu' Masih Terima Gaji

"Administrasinya perlu dibenahi dan juga perlu dicek secara tuntas, larinya uang pembayaran negara tersebut kepada siapa?” herannya.

Politikus Gerindra itu menilai hampir 100 ribu PNS misterius itu tidak wajar. Sehingga ia menilai perlu adanya pengusutan lebih lanjut.

"Karena kalau keliru sampai 10 sampai 15 orang kita masih bisa maklum, tapi kalau sampai hampir 100 ribu bahkan lebih ini perlu diusut secara tuntas," pungkasnya.

Baca juga: Awal Mula dan Alasan PNS Dapat Gaji ke-13

Diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Kepagawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan bahwa sejak Indonesia merdeka, data PNS baru di-update atau dimutakhirkan sebanyak dua kali. 

Update pertama dilakukan pada 2002 dengan sistem yang masih manual. Kemudian, update data PNS kedua dilakukan pada 2014. 

“Hasilnya apa? Hasilnya ternyata hampir 100 ribu tepatnya 97 data misterius. Dibayarkan gajinya, membayar iuran pensiun tapi tidak ada orangnya. Dengan data itu, data base PNS kita menjadi lebih akurat. Walaupun masih juga yang belum mendaftar pada saat itu,” tuturnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini