Cerita Bung Karno tentang Kecantikan Puteri Solo

Doddy Handoko , Okezone · Selasa 25 Mei 2021 06:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 25 337 2415000 cerita-bung-karno-tentang-kecantikan-puteri-solo-86s3cJK8Er.jpg Sukarno (Foto : Ist)

GUNTUR Sukarno Putra menulis tentang kisah-kisah ringan dan humanis dari Bung Karno yang dituangkan di buku “Bung Karno : Bapakku, Kawanku, Guruku".

Bung Kurno yang hobi berat makan durian, tapi tak suka makan petai dan jengkol, karena kalau "ki'ih" (kencing-red) akan berbau.

Namun Ir Soekarno suka lagu klasik Italia. Khususnya kalau beranjangsana ke Italia,

Soekarno selaku kepala negara RI tak segan ikut mementang suaranya melagukan "0 Sole Mio", bersama pelayan hotel. Sampai-sampai Guntur pun menjuluki bapaknya The Great Caruso.

Sebagai putra sulung, Guntur rupanya paling banyak mendapat kesempatan belajar langsung dari ayahnya.

Apalagi selewat masa akil baliknya Guntur, si anak pertama ini tak cuma diindoktrinasikan soal paham negara RI yang anti-Barat serta neokolonialisme dan imperialisme, tapi juga soal "isme-isme" lainnya, termasuk wanita cantik.

Misalnya sekali waktu, Bung Karno berdiskusi soal wanita cantik di objek lukisannya:

" ... Perhatikan sorot matanya ... belum lagi bentuk hidung dan bibirnya ... apa pernah lihat bentuk yang secantik ini ... potongannya bagaimana? Ini ia punya bentuk tubuh maksudku ... ",kata Bung Karno.

Baca Juga : Saat Megawati Pergoki Bung Karno Tidak Bisa Berenang

"Ini figur puteri Solo asli! Pernah punya pacar orang Solo? ... Kalau mau cari pacar orang Solo, figurnya harus seperti ini ... baru namanya cantik ...",tambahnya.

"Memangnya dia siapa sih Pak?,"tanya Guntur.

"Ho, ho rahasia ... Pendek kata cantik tidak? ... boleh bandingkan dengan pacar-pacarmu, kalau memang kau punya!".

Si Mas Tok ini, menuturkan pula bagaimana dirinya tak jarang menjadi sekretaris istimewa atau pelayannya perpustakaan kepresidenan. Terutama di saat Soekarno sedang mempersiapkan pidato kenegaraannya.

Baca Juga : Kisah Bung Karno, Sholat Jumat dan Vivere Pericoloso

Sang Bapak selalu memanggil Mas Tok, seraya menyebut nama penulis atau judul buku, hingga Guntur harus pontang-panting menyiapkan buku referensi bagi bapak tercintanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini