Berikut 4 Fakta Pelaksanaan Ibadah Haji 2021 di Tengah Pandemi Covid-19

Tim Okezone, Okezone · Selasa 25 Mei 2021 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 24 337 2414937 berikut-4-fakta-pelaksanaan-ibadah-haji-2021-di-tengah-pandemi-covid-19-aKhsh4i3FP.jpg foto: istimewa

JAKARTA - Kerajaan Arab Saudi hingga saat ini belum mengumumkan pelaksanaan haji 2021, dikarenakan sejumlah negara masih dilanda Pandemi Covid-19.

Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel pun menegaskan belum ada pengumuman resmi dari Kerajaan Arab Saudi terkait pelaksanaan haji 2021. Okezone merangkum sejumlah fakta dalam kasus tersebut.

 Baca juga: Arab Saudi Izinkan Haji untuk 60 Ribu Jamaah, Dubes: Belum Ada Pengumuman Resmi

1. Kemenag Optimis Penyelenggaran Haji 2021 Bakal Dibuka

Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Saadi mengatakan, bahwa kemungkinan penyelenggaraan haji tahun ini masih terbuka meski dengan pembatasan kuota.

“Kami masih optimis kemungkinan diselenggarakannya haji tahun ini masih terbuka,” tegas Wamenag seperti dilansir di laman resmi Kemenag yang dikutip, Minggu (11/4/2021)

Baca juga:  Dubes RI Luruskan Kabar Arab Saudi Perbolehkan 60 Ribu Jamaah untuk Haji

Menurutnya, ada sejumlah alasan terkait optimisme ini. Pertama, Saudi dan Indonesia telah melakukan vaksinasi dalam rangka menanggulangi pandemi Covid-19.

Kemudian yang kedua, otoritas Arab Saudi juga telah menyatakan akan membuka penerbangan internasional pada 17 Mei 2021.

2. Arab Saudi Telah Mengizinkan 60 Ribu Orang untuk Menunaikan Haji 2021

 

Wakil Khusus Perdana Menteri Pakistan untuk Timur Tengah dan Kerukunan Umat Beragama Taher Al-Ashrafi mengatakan, bahwa pemerintah Saudi telah mengizinkan 60.000 orang untuk menunaikan haji tahun 2021, dan orang-orang Pakistan juga akan pergi untuk menunaikan haji.

Namun, Kedutaan Besar Arab Saudi di Pakistan mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa belum ada keputusan yang diambil terkait haji.

Seorang juru bicara kedutaan Saudi di Pakistan mengatakan, Minggu (23/5/2021), bahwa belum ada keputusan yang diambil mengenai haji. "Semua yang dikatakan dalam hal ini adalah proposal yang masih dalam studi," jelasnya.

Menurut pernyataan tersebut, pernyataan Wakil Khusus Perdana Menteri Pakistan untuk Timur Tengah dan Kerukunan Umat Beragama Taher Al-Ashrafi terkait haji adalah tidak tepat.

3. Izinkan 60 Ribu Orang untuk Tunaikan Haji 2021 Kutip Kemenkes Saudi

Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel merespon soal kabar mengenai jumlah Jemaah Haji 1442H/2021M.

Ia mengatakan, telah beredar di berbagai media massa nasional di Indonesia bahwa Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan jumlah jemaah haji 1442 H/ 2021 M akan berjumlah 60 ribu orang saja. Media-media tersebut menyatakan bahwa sumber informasi tersebut adalah Surat Edaran Kemenkes Saudi terkait protokol ibadah haji 1442H yang dikutip dari media Arab Saudi.

"Menanggapi hal ini dapat kami sampaikan KBRI telah memperoleh salinan dokumen dengan ekstensi pdf Edaran dengan kop Kemenkes Saudi berjumlah 10 halaman dimaksud dan mengkonfirmasikannya ke Kementerian Kesehatan Kerajaan Arab Saudi. KBRI mendapat jawaban bahwa dokumen tersebut adalah “ghair mu’tamadah” yakni bukan dokumen resmi yang sah dan dapat dijadikan pegangan," kata Agus, Minggu (23/5/2021).

Pantauan KBRI terhadap media-media nasional mainstream di Arab Saudi dan akun-akun medsosnya hingga pukul 14.30 tanggal 23 Mei 2021 tidak didapati satupun yang memberitakannya.

"Dengan demikian kami mengajak umat Islam dan publik di Indonesia untuk menunggu pengumuman resmi dari Pemerintah Arab Saudi. Kita memahami bahwa Pemerintah Arab Saudi sedang dan terus mempersiapkan skenario terbaik pelaksanaan ibadah haji tahun ini dengan mempertimbangkan segala aspek dan mengutamakan kekhusyuan & kelancaran beribadah serta keselamatan jiwa Jemaah," tutupnya.

4. Belum Ada Pengumuman Resmi dari Kerajaan Arab Saudi Soal Pelaksanaan Haji 2021

 

Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menegaskan jika belum pengumuman resmi dari Kerajaan Arab Saudi terkait pelaksanaan haji 2021. Dengan demikian, belum ada kepastian, termasuk soal ketentuan kuota jamaah yang berjumlah 60 ribu orang.

"Belum ada pengumuman resmi dari KSA (Kerajaan Arab Saudi)," kata Agus kepada Okezone, Senin (24/5/2021).

Sebelumnya, disebutkan jika Otoritas Arab Saudi telah mengonfirmasi akan mengizinkan jamaah haji dari luar negeri untuk melakukan haji tahun ini di bawah kesehatan yang ketat dan tindakan pencegahan di tengah pandemi Covid-19.

Kepada AryNews, Perwakilan Khusus Perdana Menteri Pakistan untuk Kerukunan Umat Beragama Maulana Tahir Ashrafi pada Sabtu malam mengonfirmasi bahwa Arab Saudi telah mengizinkan haji bagi 60.000 orang termasuk jamaah haji dari luar negeri.

Lebih lanjut, Ashrafi mengatakan bahwa orang di bawah usia 18 dan lebih dari 60 tahun tidak akan diizinkan pergi haji tahun ini karena pandemi Covid-19.

"Belum ada info resmi. Kita selalu monitor," kata Agus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini