Pembobol Bank BNI Maria Lumowa Diwajibkan Bayar Ganti Rugi Rp185,8 Miliar

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Senin 24 Mei 2021 20:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 24 337 2414901 pembobol-bank-bni-maria-lumowa-diwajibkan-bayar-ganti-rugi-rp185-8-miliar-rtj3kyqOC5.jpg Terdakwa Maria Lumowa saat divonis majelis hakim (foto: MNC Portal/Raka)

JAKARTA - Majelis Hakim Tipikor Jakarta resmi menjatuhkan vonis 18 tahun kepada Maria Pauline Lumowa, yang merupakan terdakwa kasus pembobolan kas Bank Negara Indonesia (BNI) 46 cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif

Selain memvonis 18 tahun, Maria Pauline juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 185.822.422.331,43.

"Dengan ketentuan jika terpidana tidak membayar uang pengganti selama paling lama 1 bulan, setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta benda dapat disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Dan apabila terpidana tidak mempunyai harta benda mencukupi untuk membayar uang pengganti maka diganti pidana penjara selama 7 tahun," ujar Hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (24/5/2021).

Baca juga:  Bareskrim Perpanjang Penahanan Maria Lumowa hingga 40 Hari ke Depan

Sebelumnya, Maria Pauline dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan TPK secara bersama-sama dan TPPU sebagaimana dakwaan. Atas ulahnya Maria divonis 18 tahun penjara.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 18 tahun dan denda Rp800 juta subsider 4 bulan," kata Hakim.

Baca juga:  Pembobol Bank BNI Maria Lumowa Divonis 18 Tahun Penjara

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Agung (Kejagung). JPU menuntut Maria Pauline Lumowa agar dijatuhi hukuman 20 tahun penjara dan denda sebesar Rp1 miliar subsidair enam bulan kurungan.

Maria terbukti telah merugikan keuangan negara sebesar Rp1,2 triliun lebih untuk memperkaya diri sendiri dan korporasi melalui pencarian fasilitas L/C fiktif pada 2003. Hal itu dilakukan bersama sembilan orang lainnya yang telah menjalani sidang dan terbukti bersalah sebelumnya.

Pembobolan kas BNI cabang Kebayoran Baru oleh Maria dilakukan dengan cara mengendalikan PT Sagared Team dan tujuh perusahaan milik Gramarindo Group. Ia memerintahkan direktur perusahaan-perusahaan tersebut mengajukan pencairan L/C dengan melampirkan dokumen ekspor fiktif ke BNI 46 cabang Kebayoran Baru.

Ketujuh perusahaan yang di bawah kendali Maria lantas membuka rekening giro dan mengajukan pencarian dana dengan menyerahkan L/C dengan dokumen-dokumen berupa wesel ekspor fiktif. Namun, pihak BNI 46 cabang Kebayoran Baru tidak melakukan pengecekan kepada pihak bank yang mengeluarkan L/C, yakni Roos Bank Switzerland, Middle East Bank Kenya, Wall Street Banking Corp Ltd, dan Dubai Bank Kenya Ltd.

Padahal, bank-bank tersebut bukan merupakan bank koresponden BNI. JPU menyebut pencairan L/C dengan dokumen fiktif atas nama perusahaan-perusahaan yang dikendalikan oleh Maria belum dilakukan pembayaran dengan jumlah 82,8 juta dolar AS dan 54 juta Euro.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini