Jumhur Hidayat Hadirkan Ahli Bahasa ke Persidangan

Ari Sandita Murti, Sindonews · Senin 24 Mei 2021 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 24 337 2414668 jumhur-hidayat-hadirkan-ahli-bahasa-ke-persidangan-JfumXge7EO.jpg Sidang Jumhur Hidayat di PN Jakarta Selatan (Foto: Ari Sandita)

JAKARTA - Terdakwa kasus penyebaran berita bohong, Jumhur Hidayat kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Agenda sidang mendengarkan keterangan ahli dari kubu terdakwa. Adapun yang dihadirkan Ahli Bahasa dari Universitas Pancasila, Yamin.

Sidang digelar di ruang utama PN Jakarta Selatan, dipimpin Ketua Majelis Hakim, Agus Widodo, dihadiri Jaksa Penuntut Umum, Penasihat Hukum, dan terdakwa Jumhur Hidayat serta Ahli Bahasa, Yamin untuk memberikan keterangannya di pengadilan.

Baca Juga:  Keterangan Saksi Kubu Jumhur Ditolak Jaksa

Penasihat hukum Jumhur dari LBH Jakarta, Oky Wiratama mengatakan, dalam sidang, ahli meringankan yang dihadirkan pihaknya itu menjelaskan tentang pendekatan secara gramatikal dan objektif dalam menganalisis pernyataan Jumhur. Dari pendekatan tersebut, diketahui kalau postingan Jumhur itu tak semuanya memiliki sisi negatif.

"Dari kalimat postingan Pak Jumhur ini, beliau (Ahli Bahasa) mengatakan kalimat tersebut (pernyataan Jumhur) kalimat partikular, yakni ada kalimat "yang" dan maknanya tidak semua berati Omnibus Law itu menurut ahli bahasa tidak semua buruk, intinya seperti itu karena kan spesifik," ujarnya pada wartawan usai sidang, Senin (24/5/2021).

Khususnya, kata dia, terkait pernyataan buruh bersatu tolak Omnibus Law yang akan jadikan bangsa kuli dan penjajah. Selain itu, setiap kalimat, khususnya terkait postingan Jumhur harus dilihat berdasarkan tiga aspek, yakni aspek konteks, konten, dan korteks

"Jadi, kontennya seperti apa, apa yang melatarbelakangi seseorang akhirnya menulis kalimat tersebut dan ini hanya bisa dipahami oleh orang yang menulis itu sendiri. Tak bisa seorang ahli juga menafsirkannya terlalu jauh," tuturnya.

Baca Juga:  Ini Alasan Hakim Kabulkan Penangguhan Penahanan Jumhur Hidayat

Sementara itu, Jumhur menambahkan, ada satu hal menarik dari pernyataan Ahli Bahasa dari UP itu terkait kata-kata "UU ini memang utk INVESTOR PRIMITIF dari RRC dan PENGUSAHA RAKUS". Artinya, perkataan itu bisa menimbulkan ketersinggungan, khususnya bagi investor primitif dan pengusaha rakus.

"Pertanyaan saya, jadinya saya masuk ke penjara ini berarti ada yang tersinggung, kan gitu kira-kira, setahu saya di sini saya sedang melawan pemerintah atau melawan negara, kenapa negara harus tersinggung gitu loh. Idealnya tak boleh tersinggung karena yang saya maksud itu pengusaha rakus, pengusaha primitif, kalau pengusaha enggak primitif rileks aja kira-kira gitu lah," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini