Saat Megawati Pergoki Bung Karno Tidak Bisa Berenang

Doddy Handoko , Okezone · Senin 24 Mei 2021 13:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 24 337 2414632 saat-megawati-pergoki-bung-karno-tidak-bisa-berenang-XrWIrJK3eo.jpg Foto: MNC Portal

GUNTUR Sukarno Putra, menulis tentang kisah-kisah ringan dan humanis dari Bung Karno yang dituangkan di buku, “Bung Karno : Bapakku, Kawanku, Guruku ".

(Baca juga: Sederhananya Hidup Bung Hatta saat Jabat Wapres, Sampai Tak Mampu Beli Sepatu)

Dalam tuturan Guntur, Bung Karno benar-benar hadir sebagai bapak dan manusia Indonesia. Meski begitu, Bung Karno tetaplah Soekarno yang senang tertawa dan bergaul dengan putra-putrinya, meski harus "terpaksa" berbohong sedikit, seperti tuturan Guntur dalam tulisan berjudul "Bung Karno Tarzan Indonesia,".

Rupanya ayah dan anak ini senang menonton film, terutama film Amerika Serikat. Sekali waktu (antara tahun 1957-1960), Guntur mengisahkan terjadi dialog dengan bapaknya, soal Johnny Weismuller yang memerankan Tarzan, ternyata juga juara renang olimpiade.

(Baca juga: Humor Gus Dur: Jenderal Takut Istri dan Istri Pejabat Pamer Ibadah)

Guntur mengajak bapaknya berenang. Bung Karno tak menampik, namun mengelak apabila ditanya kapan dan di mana mau berenangnya.

Bung Karno selalu memberikan alasan sibuk, atau tak suka lokasi kolam renangnya. Akhirnya Bung Karno menjanjikan Guntur dan anak-anak lainnya,akan berenang sama-sama di kolam alam Tampaksiring Bali.

Guntur dan Megawati sudah siap mengenakan pakaian renangnya. Bung Karno masih santai-santai.

Celana berenang Bapak sudah ada? Abis Bapak mau pake apa?

Pakai celana kolor saja ...

Guntur dan Mega sudah berenang, Soekarno masih berkeliling kolam, melihat situasi. Lalu Bung Karno mulai membuka pakaian ... tinggal memakai celana dalamnya.

Semua kegirangan dan berteriak-teriak. Setelah membasahi dirinya dengan air, Bung Karno dengan gaya Tarzan berancang-ancang terjun dan berteriak keras-keras gaya Tarzan. lalu Bung Karno terjun ke kolam.

Guntur dan Mega kegirangan.

- Haaeeep ... haeeepp ... tolong Bbbapak! Och ... och.

Pak ... kenapa Pak?

- Ooocch! Bapak ... och .. se ... och ... sebetulnya ... och .. Bapak .. ndak ... bisa ... berenaaaangng!.

(fmi)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini