Humor Gus Dur: Jenderal Takut Istri dan Istri Pejabat Pamer Ibadah

Doddy Handoko , Okezone · Senin 24 Mei 2021 11:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 24 337 2414565 humor-gus-dur-jenderal-takut-istri-dan-istri-pejabat-pamer-ibadah-0sQj2S93c6.jpg Foto:Ist

PRESIDEN Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dikenal memiliki selera humor yang tinggi. Humor-humor Gus Dur Cerdas namun bisa membuat yang membaca tertawa terpingkal-pingkal. Berikut cuplikan humor atau anekdot Gus Dur yang diambil dari situs NU.online dan buku Kumpulan Humor Gus Dur.

(Baca juga: Pasar Baru Gempar, Seorang Pria Tewas Gantung Diri di Metro Atom Plaza)

Para jenderal di zaman Orde Baru terbagi dalam dua kelompok, kata Gus Dur. Pertama jenderal yang takut istri. Kedua jendral yang tidak takut istri.

Dalam setiap pertemuan mereka selalu memisahkan diri. Jenderal yang takut istri berada di sebelah sisi ruangan. Sementara jenderal yang tidak takut istri berada di sisi lain.

(Baca juga: Febri Diansyah Ingatkan Pimpinan KPK soal Wejangan Jokowi Tentang Nasib Novel Dkk)

Suatu ketika dalam suatu pertemuan ada seorang jenderal yang mestinya tergabung dalam kelompok jenderal takut istri duduk bersama kelompok jenderal yang tidak takut istri.

Teman-temannya, para jenderal yang takut istri protes. “Eh kenapa kamu duduknya di situ bareng jenderal yang tidak takut istri? Memangnya sekarang kamu sudah berani sama istrimu?”.

Kata si jenderal, “Wah nggak tahu deh. Saya disuruh istri saya duduk di sini! ya saya duduk saja.”

Istri Pejabat Riya

“Pejabat Indonesia ini narsis dan riya (memperlihatkan ibadahnya kepada umum),” kata Gus Dur suatu ketika.

Dia lalu mengisahkan seorang istri pejabat Indonesia yang dijamu makan malam dalam sebuah kunjungan ke luar negeri.

Dalam kesempatan itu, kata Gus Dur, si nyonya pejabat ditawarkan makanan pembuka oleh seorang pramusaji, “You like salad, madame?”

“Oh sure, I like Salat five time a day. Shubuh, dzuhur, asyar, maghrib and isya,” jawab si Nyonya percaya diri

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini