Ironis, Kerangka Manusia Prasejarah Austronesia di Rembang Lenyap Tergerus Air Laut

Doddy Handoko , Okezone · Senin 24 Mei 2021 07:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 24 337 2414470 ironis-kerangka-manusia-prasejarah-austronesia-di-rembang-lenyap-tergerus-air-laut-SKKS7kN2Lf.jpg Situs Kubur Leran dan Binangun (Foto: Doddy Handoko)

REMBANG - Kabupaten Rembang memiliki situs cagar budaya yang tersebar luas di Kabupaten Rembang. Satu di antara situs cagar budaya tersebut adalah Situs kubur Leran dan Binangun.

Di dalam situs tersebut ada benda cagar budaya berupa situs penguburan mayat, gerabah dan aneka situs kerangka manusia.

Sekitar abad 5 SM di kawasan tersebut pernah hidup manusia yang memiliki status sosial-ekonomi yang tinggi. Hal ini berdasarkan temuan rangka manusia yang dikubur di sepanjang pantai utara antara Kecamatan Lasem dan Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang

Dari kerangka manusia pra sejarah Binangun dan Leran diketahui bahwa mereka telah mengenal budaya modifikasi gigi, seperti budaya orang-orang Amerika Latin pada 5000 SM.

Kondisi tengkorak dan rangka Binangun ketika ditemukan sudah tidak utuh lagi. Di Situs Leran yang letaknya tidak jauh dari Situs Binangun ditemukan gigi geligi yang ukuranya lebih besar dan lebih panjang dibandingkan dengan ukuran gigi manusia pada umumnya.

"Letak situs Leran itu berada di pinggir pantai menyebabkan hancurnya situs tersebut karena abrasi laut. Padahal beberapa tahun lalu masih ditemukan tulang belulang, kini lenyap tak berbekas. Mengkhawatrikan karena situs tersebut merupakan sarana pendidikan, penelitian dan pengembangan para arkeologi dan sejarawan,"ujar penggiat sejarah Lasem Koh Lam, Senin (24/5/2021).

Dijelaskannya, adanya situs penguburan di kawasan pantai mengidikasikan adanya pola permukiman prasejarah di pesisir pantai utara Jawa ini adalah para pelaku kemaritiman pada saat itu. Letak situs purbakala Leran di lahan kebun warga yang lokasinya tepat di bibir pantai utara Laut Jawa.

Di Leran ditemukan beberapa kerangka manusia purba, artefak pecahan gerabah tembikar, dan peralatan kerang.

Baca juga: Misteri Kerangka Tentara Korban Letusan Gunung Vesuvius 2000 Tahun Silam

Setelah dilakukan penelitian dan uji karbon oleh tim gabungan dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Univeristas Gajah Mada dan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah, maka diperkirakan bahwa fosil kerangka manusia purba di situs Leran ini berasal dari sekitar 4000 tahun sebelum masehi.

"Manusia Leran termasuk manusia prasejarah penutur bahasa Austronesia yang bermigrasi menyusuri kawasan samudera pasifik dari utara ke selatan hingga ke semenanjung Malaysia, Kalimantan dan Pulau Jawa,"paparnya.

Usaha penyelamatan dengan membuat pemecah ombak permanen telah terlambat, sehingga situs purbakala ini lenyap karena pelan-pelan tergerus ombak pasang perairan laut Jawa.

"Padahal sebelumnya tulang-belulang menonjol keluar dari tanah, bahkan banyak terlihat pecahan tembikar berserakan di pasir pantai,"ungkapnya.

Baca juga: Penemuan Rangka Situs Kumitir Bisa Jadi Pembuka Informasi Manusia Klasik Majapahit

Arkeolog dari Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta, Gunadi, yang pernah meneliti, menduga kerangka itu merupakan manusia prasejarah penutur Austronesia yang datang ke daerah pantai utara (pantura) pada masa akhir migrasi Austronesia sekitar 500 tahun sebelum Masehi atau sekitar 2.500 tahun lalu.

”Kami perkirakan individu ini selevel dengan kerangka-kerangka lain yang sebelumnya ditemukan di kawasan itu,” ujarnya.

Tahun 2012, Balar Yogyakarta mengekskavasi kerangka satu individu penutur Austronesia di Binangun. Di Desa Leran, Sluke, Rembang, ditemukan pula 17 individu dan sebulan lalu ditemukan 2 individu penutur Austronesia di Tanjungan, Rembang.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini