Humor Gus Dur, Kapolri Hugeng, Jumlah Peserta Sholawat dan Umat Berantem

Doddy Handoko , Okezone · Senin 24 Mei 2021 07:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 24 337 2414464 humor-gus-dur-kapolri-hugeng-jumlah-peserta-sholawat-dan-umat-berantem-bngemX18A9.jpg Gus Dur (foto: ist)

JAKARTA - Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dikenal memiliki selera humor yang tinggi. Humor-humor Gus Dur Cerdas namun bisa membuat yang membaca tertawa terpingkal-pingkal. Berikut cuplikan humor atau anekdot Gus Dur yang diambil dari situs NU.online dan buku Kumpulan Humor Gus Dur.

Humor yang legendaris, diingat banyak orang adalah kritikan dalam bentuk lelucon yang dilontarkan saat banyak pihak mempertanyakan moralitas polisi, yang masih bisa berlaku dengan saat ini.

“Polisi yang baik itu cuma tiga. Pak Hugeng almarhum bekas Kapolri, patung polisi dan polisi tidur,” selorohnya, Senin (24/5/2021).

Kemudian humor lain, pelawak-pelawak Srimulat jadi kelabakan jika beradu lucu dengan Gus Dur. Suatu saat, Tarzan Srimulat dan kawan-kawan mengaku kehabisan bahan untuk melucu karena acaranya didahului dengan sambutan Gus Dur yang sangat lucu.

Baca juga: Humor Gus Dur: Kalau Pengebom Bunuh Diri Masuk Surga, Mereka Akan Menyesal

Dalam melucu, Gus Dur tak jarang memulai dengan menertawai dirinya sendiri sehingga orang lain tak tersinggung.

Ketika berceramah di depan kerumunan massa, misalnya, Gus Dur mengajak massa untuk membaca sholawat bersama-sama dengan suara keras.

Setelah itu, dia mengatakan, selain mencari pahala, ajakan membaca sholawat tersebut adalah untuk mengetahui berapa banyak orang yang hadir.

"Dengan lantunan salawat tadi, saya jadi tahu berapa banyak yang hadir di sini. Habis, saya tak bisa melihat. Jadi, untuk tahu besarnya yang hadir, ya dari suara sholawat saja," jelasnya.

Baca juga: Unggah Kebersamaan Wimar & Gus Dur, Ganjar Pranowo: Jenengan Orang Baik

Berikutnya, dalam sebauh Seminar di Batam. Gus Dur menjelaskan kebersamaan harus diawali dengan sikap berbaik hati terhadap sesama.

“Oleh karena itu seluruh umat bertanggung jawab atas masa depan bangsa. Boleh berantem satu sama lain tapi keselamatan bangsa tetap diutamakan,” kata Gus Dur disambut tawa peserta.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini